#korupsi#beritalampung#danabos

10 Saksi Diperiksa Terkait Kasus Korupsi Dana BOS SMPN 6 Bandar Lampung

( kata)
10 Saksi Diperiksa Terkait Kasus Korupsi Dana BOS SMPN 6 Bandar Lampung
Kasi Pidsus Kejari Bandar Lampung Basuki Raharjo. Lampost.co/Febi Herumanika

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dugaan penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMP Negeri 6 Bandar Lampung diselidiki Kejaksaan Negeri Bandar Lampung. Hal tersebut diungkapkan Kasi Pidsus Kejari Bandar Lampung Basuki Raharjo saat ditemui dikantornya, Jumat, 11 Oktober 2019.

Dia melanjutkan sampai dengan saat ini proses penyelidikan baru sampai pada pengumpulan berkas dan keterangan melalui metode wawancara kepada 10 orang yang ada di sekolah tersebut. "Baru dimintai keterangan sifatnya full data full backet. 10 orang ini sifatnya kita baru klarifikasi. Apakah ini nanti akan ditingkatkan, kita lihat perkembangan dan keterangan dari para saksi dan pengumpulan barang bukti," katanya.

Dia menjelaskan perkara yang sedang dilidik itu merupakan dugaan penyimpangan dana BOS. Penyimpangan dana BOS tersebut merupakan hasil temuan dari kejaksaan itu sendiri. "Ini temuan kita sendiri, dan nanti akan kita kabarkan selanjutnya," kata dia.

Informasi yang didapat penyimpangan tersebut diduga adanya markup data siswa dan penggunaan dana BOS pada tahun 2015-2017. Saat itu Kepala Sekolah (Kepsek) tersebut masih dijabat oleh Khaironi.

Dugaan penyimpangan dana BOS itu diantaranya diperuntukkan pengembangan perpustakaan, kegiatan ulangan, perawatan sekolah, dan membantu siswa miskin.

Febi Herumanika



Berita Terkait



Komentar