#rasisme#kerusuhan#rasismelondon

10 Polisi Terluka dalam Aksi Protes Rasisme di London

( kata)
10 Polisi Terluka dalam Aksi Protes Rasisme di London
Aksi protes mengecam kematian George Floyd berlangsung di London, Inggris. (Foto: AFP/DANIEL LEAL-OLIVAS)

London (Lampost.co): Sepuluh polisi terluka dan 14 orang ditangkap dalam rangkaian aksi kekerasan yang pecah di tengah gelombang unjuk rasa rasisme di London, Inggris, Sabtu 6 Juni malam waktu setempat. Demonstrasi digelar sebagai solidaritas atas upaya menentang diskriminasi ras di Amerika Serikat setelah kematian George Floyd.

Setelah berlangsung relatif damai sepanjang siang dan petang, aksi protes rasisme di Whitehall, tepatnya di luar jalan Downing Street, berubah ricuh pada malam hari. Kericuhan melibatkan sekitar 400 hingga 500 demonstran.

"Sekelompok massa dalam jumlah besar melempari polisi dengan botol dan benda-benda lainnya," ujar Mark White, koresponden kantor berita Sky News.

Jajaran polisi berkuda datang ke lokasi sekitar pukul 18.00 untuk membubarkan massa. Seorang polisi terjatuh dari kuda usai dirinya menabrak tiang listrik saat kericuhan terjadi.

Kepolisian Metropolitan London mengatakan aparat yang bersangkutan telah dibawa ke rumah sakit. "Petugas terjatuh dari kudanya, dan kami sedang memeriksa situasi saat insiden terjadi," ujar pihak kepolisian, dalam laporan di situs Sky News, Minggu 7 Juni 2020.

Kericuhan di Whitehall mereda, namun ketegangan antara pengunjuk rasa dan aparat tetap berlangsung di lokasi. Polisi yang terjatuh dari kuda adalah satu dari 10 korban luka dalam bentrokan.

"Kami memahami hasrat masyarakat untuk menyuarakan pendapat mereka. Sebagian besar dari mereka berunjuk rasa secara damai tanpa memicu insiden," ujar Jo Edwards dari Kepolisian Metropolitan London.

Floyd adalah pria kulit hitam yang meninggal usai lehernya ditindih lutut seorang polisi bernama Derek Chauvin di Minneapolis pada Senin 25 Mei. Kematiannya memicu protes masif di seantero AS dan juga sejumlah negara.

Selain di Inggris, aksi protes serupa telah terjadi di Selandia Baru, Australia, Meksiko, dan lainnya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar