#nelayanhilang#beritalampung#tsunami

10 Nelayan Asal Sukaraja Yang Hilang Akibat Tsunami Belum Ditemukan

( kata)
10 Nelayan Asal Sukaraja Yang Hilang Akibat Tsunami Belum Ditemukan
Ketua Nelayan Provinsi Lampung Muhamad Sodiq saat diwawancarai di RSUD Bob Bazar Kalianda, Lampung Selatan, Jumat (28/12/2018). Lampost.co/Armansyah


KALIANDA (Lampost.co) -- Memasuki hari ketujuh pasca tsunami yang melanda wilayah Lampung Selatan, sebanyak 10 nelayan berasal dari Desa Sukaraja, Kecamatan Rajabasa, hingga kini belum ditemukan atau hilang. Sedangkan, tujuh nelayan lainnya selamat dan satu orang ditemukan meninggal dunia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, hilangnya ke-10 nelayan tersebut saat peristiwa tsunami dan mereka sedang mencari ikan di sekitar Pulau Gunung, Anak Krakatau (GAK) dan Pulau Sertung.

Adapun ke-10 nelayan tersebut yakni Hari bin Sugeng, Sahiri bin Afit/Sardi, Muhamad/Madsamil bin Samil, Sahri bin Sanamin, Saman bin Sanamin, Jumroni bin M. Nur, Roni bin Ma’il, Rohani bin Karsim, Asim bin Aman dan Asmara bin Kimi.

Menurut Ketua Nelayan Provinsi Lampung, Muhamad Sodiq mengatakan pada saat gelombang tsunami pada Sabtu (22/12/2018) malam ada sekitar 18 nelayan yang sedang mencari ikan di perairan sekitar wilayah GAK dan Pulau Sertung. Namun, 7 orang diantaranya selamat dan satu ditemukan meninggal.

"Dari tujuh orang itu tiga nelayan selamat beserta kapal mereka dan empat orang selamat dengan berenang hingga terdampar di Pulau Sebesi. Nah, sementara satu orang ditemukan telah meninggal Kamis (27/12/2018) malam atas nama Hamsari bin Sanamin," kata dia saat ditemui di RSUD Bob Bazar Kalianda, Jumat (28/12/2018).

Menurut Sodiq, pihaknya telah mendapatkan informasi bahwa ada empat orang yang diduga kuat nelayan dari 10 orang tersebut. Dimana, satu nelayan selamat terdampar di Pulau Sebesi dan tiga nelayan masih terombang ambing di Perairan tidak jauh dari Pulau Sebesi.

"Kami baru saja mendapatkan informasi. Rencananya setelah ada kegiatan Kapolda di RSUD Bob Bazar Kalianda selesai kami mau ke Pulau Sebesi melihat keempat orang tersebut," kata dia.

Untuk diketahui, ke-7 nelayan yang selamat itu, yakni Rozi, Lukman dan Zuhri selamat hingga tiba di Kampung Halaman dengan kapal mereka. Sedangkan, Lian (37), Ijan (45), Uwer (50) dan Puji (23) selamat dengan berenang dari Perairan Sekitar GAK menuju Pulau Sebesi dan kini sudah di evakuasi ke Posko Pengungsian melalui Pelabuhan Canti.

Armansyah







Berita Terkait



Komentar