#kekerasananak

1 dari 3 Anak Disebut Jadi Korban Kekerasan di Sekolah

( kata)
1 dari 3 Anak Disebut Jadi Korban Kekerasan di Sekolah
Kekerasan terhadap anak. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, menilai sekolah menjadi tempat terbanyak terjadinya kekerasan pada anak. Ia mencatat 1 dari 3 anak pernah mengalami kekerasan di sekolah.  

“Sekolah bukan lagi jadi tempat yang aman, tapi angker,” ujar Ubad, dikutip dari Medcom.id, Jumat, 20 Juli 2022. 

Menurut Ubad, kekerasan di sekolah sangat masif akibat kegagalan penanggulangan masalah ini secara sistemik. Ia mengatakan belum ada program serius yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi hal tersebut.

“Kasus berulang, setiap bulan ada, tapi gak pernah ditangani serius oleh pemerintah” kata Ubad.  

Diketahui, kasus kekerasan pada anak mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir. Meski di masa pandemi, kasus perundungan terhadap anak tetap terjadi. 

Asisten Departemen Perlindungan Khusus Anak dari Kekerasan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Ciput Eka Purwianti, mengatakan kekerasan di sekolah sangat mengkhawatirkan. Hal ini dapat dilihat dari data dari kepolisian.

Per 2021, 5.237 anak berkonflik dengan hukum sebagai pelaku. Sebanyak 327 kasus di antaranya memilih damai, sedangkan 254 lainnya dihentikan dengan keputusan hukum. 

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar