#beritalampung#bandarlampung#kebakaran

1.570 Titik Panas Terpantau Sepanjang Januari-Juli

( kata)
1.570 Titik Panas Terpantau Sepanjang Januari-Juli
Ilustrasi. Foto: Google Images


Bandar Lampung (Lampost.co): Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Lampung mencatat Januari hingga Juli 2022, menemukan 1.570 titik panas (hotspot) yang tersebar di wilayah Lampung. Menindaklanjuti dari temuan tersebut, Dishut melakukan rapat koordinasi sebagai upaya penanggulangan.

Sebelumnya, sejak Mei 2022 Dishut bersama dengan stakeholder terkait telah merencanakan dibentuknya Surat Edaran (SE) sehingga bisa memberikan solusi perlindungan hingga penanggulangan.

"Kami telah laksanakan rapat dimana untuk koordinasi khusus terkait kebakaran hutan dan lahan. Dalam rapat ini 4 provinsi diminta menjadi daerah percontohan untuk memberikan informasi tentang kondisi di tiap provinsi," kata Kadishut Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansyah, Kamis, 28 Juli 2022.

Adapun empat provinsi tersebut meliputi NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Riau. "Seperti provinsi lain, Provinsi Lampung juga melakukan monitoring kebakaran hutan dan lahan melalui pantauan hotspot dari beberapa satelit dan dirilis oleh Kementrian LHK," jelas dia.

Dia mengatakan pihaknya melakukan sejumlah langkah-langlah diantaranya menerbitkan Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor: 045.2/1588/V.23/2021 tentang Antisipasi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan yang ditujukan kepada bupati/wali kota se-Provinsi Lampung.

"Selain itu diterbitkan SE Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung yang ditujukan kepada Kepala UPTD KPH / Tahura se-Provinsi Lampung dan pemegang ijin pengelolaan hutan di Provinsi Lampung tentang Antisipasi Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan," kata dia.

Pihaknya membentuk posko Satgas Karhutla Provinsi Lampung guna memantau aktif hotspot melalui satelit NOOA 18, Terra, Aqua yang dilakukan setiap hari melalui deteksi Hotspot/ titik panas di website: sipongi.menlhk.go.id/home, http:// lowres-catalog.lapan.go.id/monitoring/ atau melalui posko Satgas Karhutla Provinsi Lampung di 0721-703882/081394245552.

"Kami bersiaga dan mengintesifkan koordinasi ke instansi terkait tentang sebaran hotspot di berbagai daerah serta meningkatkan sistem peringatan dini ke seluruh kabupaten," katanya.

"Tak lupa kami lakukan patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan di daerah rawan kebakaran hutan atau yang terpantau di satelit dan lakukan groundcheck untuk mencari sumber hotspot yang terpantau di lokasi," lanjutnya.

Dia mengatakan pihaknya juga tak lupa melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan di desa-desa sekitar kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan dan melakukan monitoring sumber daya pengendalian kebakaran pada pemegang izin.

Selain itu, pihaknya juga lakukan pemadaman dengan peralatan yang ada dengan melakukan pemberdayaan kepada para pemegang izin perhutanan sosial agar ikut berperan aktif dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Adapun pembentukan Tim Perumus Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Lampung melalui SK Sekretaris Daerah Nomor: G/566/VI.08/HK/2021 pada 19 Oktober 2021 sebagai tindak lanjut Surat Edaran Mendagri Nomor: 364/3940/SJ pada 19 Juli 2021 tentang Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah dalam Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan.

Menurutnya tim perumus dimaksud bertugas untuk menyusun rancangan SK Gubernur Lampung tentang Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Lampung dan menyusun rancangan mekanisme atau standar operasional prosedur/ SOP status kedaruratan bencana karhutla dan aktivasi posko bencana karhutla provinsi.

Adapun dari 1.570 titik hotspot yang tercatat, Dishut merangkum sejumlah titik paling mendominasi diantaranya Lampung Selatan sebanyak 630 titik, Lampung Timur sebanyak 212 titik, dan Way Kanan sebanyak 210 titik.

Sebaran titik hostspot tertinggi diantaranya terjadi pada Mei hingga Juli 2022. Sementara titik hotspot yang terendah pada Januari 2022, dengan kejadian rata-rata pada siang hingga sore hari.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar