#pompanisasi#sawah#jaringanlistik

1.525 Ha Sawah Diusulkan Pemasangan Listrik untuk Pompanisasi

( kata)
1.525 Ha Sawah Diusulkan Pemasangan Listrik untuk Pompanisasi
Ilustrasi jaringan listrik di areal persawahan. Lampost.co/Armansyah

Kalianda (Lampost.co): Sebagai upaya menanggulangi kekeringan, UPTD Pelaksanaan Peyuluhan Pertanian (P3) Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, mengusulkan 1.525 hektare lahan persawahan  untuk pemasangan jaringan listrik.

Pemasangan jaringan listrik itu bertujuan untuk memaksimalkan pompanisasi dari sumur bor yang menggunakan mesin pompa air dengan mesin marsible. 

Kepala UPTD P3 Kecamatan Sragi Eka Saputra mengatakan, salah satu pemicu kekeringan yang kerap terjadi yakni minimnya sumber pengairan alternatif sumur bor di lahan persawahan. Untuk itu, pihaknya membantu petani dalam usulan pemasangan jaringan listrik keareal persawahan. 

"Sebagian besar lahan di areal persawahan Sragi tidak memiliki sumur bor sebagai sumber pengairan alternatif. Sebab, petani enggan membuat sumur bor lantaran tidak ada jaringan listrik di area persawahan. Sedangkan, saluran irigasi sudah kering dan sumur bor pun harus menggunakan jaringan listrik," kata dia, Minggu, 29 September 2019.

Eka mengatakan setidaknya untuk saat ini terdapat lahan persawahan seluas 1.525 hektare yang diusulkan oleh gabungan kelompok tani (Gapoktan) dari sembilan desa untuk mendapatkan jaringan listrik.

Adapun Kesembilan desa tersebut, yakni Desa Kedaung seluas 215 hektar, Sukapura (295 hektar), Margasari (70 hektare), Sumbersari (25 hektare), Sumberagung (150 hektare), Kualasekampung (470 hektare, Margajasa (100 hektare),  Baktirasa (150 hektare) dan Desa Bandaragung (50 hektare). 

 "Setidaknya ada 1.525 hektare hamparan sawah yang membutuhkan jaringan listirik. Ini sudah kami ajukan ke Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Lamsel yang nantinya akan diteruskan kepihak PLN," kata dia.

Menurut Eka, pemasangan jaringan listrik ini dinilai penting untuk membantu petani dalam mengatasi masalah kekeringan yang kerap melanda di musim kemarau. Dengan adanya pemasangan jaringan listrik diwilayah persawahan itu akan mendorong petani untuk membuat sumur bor sebagai sumber air alternatif.

"Rata-rata setiap desa membutuhkan jaringan listrik 500-1000 meter jarak terdekat dengan jaringan listrik yang sudah ada. Kami berharap pengajuan ini bisa terealisasi sehingga bisa mengatasi masalah kekeringan di Kecamatan Sragi," kata dia. 

Armansyah



Berita Terkait



Komentar