#Puso
Puso

1.300 Hektare Lahan di Lampung Selatan Gagal Panen

( kata)
1.300 Hektare Lahan di Lampung Selatan Gagal Panen
Ilustrasi. (Dok. Lampost.co)

KALIANDA (Lampost.co) --Musim kemarau berkepanjangan yang melanda wilayah Lampung Selatanmenyebabkan sekitar 1.300 hektare lahan padi milik petani mengalami gagal panen atau puso.

Hal ini disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Tananaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (DTPH-Bun) Lampung Selatan Noviar Akmal, Senin4 November 2019.

Baca juga:Terdampak Kekeringan, Lahan Padi Puso di Sragi Terus Meluas

Kendati demikian, Noviar memastikan hampir sebagian besar lahan pertanian yang mengalami puso itu, sudah diasuransikan melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

"Iya sebagian besar lahan petani yang mengalami puso tersebut sudah mengurus klaimnya," ujarnya.

Dia menjelaskan, dari 39.000 hektare lahan pertanian di Lampung Selatan sekitar 1.300 hektare lahan sudah dipastikan puso. Dimana, lahan pertanian yang mengalami puso itu berada di Kecamatan Palas, Candipuro dan Sragi.

Baca juga:???????Tanaman Padi Puso di Palas Jadi 161 Hektare

"Nggak semua daerah juga yang berdampak gagal panen. Sebab, di desa Baliagung dan Bumirestu sudah siap panen," jelas Noviar Akmal.

Dia menambahkan kemarau berkepanjangan yang melanda wilayah Lampung Selatan tidak terlalu membawa dampak negatif di hasil produksi pertanian.

"Yang puso banyak, tapi tidak mempengaruhi produktivitas hasil produksin kita. Kita tetap pro kepada para petani, tapi inikan masalahnya iklim," tambahnya.

Winarko



Berita Terkait



Komentar