#beritalampung#beritadaerah#lampung#metro#BPJS

1.192 Peserta BPJS di Metro Dinonaktifkan

( kata)
1.192 Peserta BPJS di Metro Dinonaktifkan
Ilustrasi. (Dok. MI)

METRO (Lampost.co) -- Sebanyak 1.192 warga telah dinonaktifkan kepesertaan oleh Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kota Metro, karena diduga tidak masuk dalam verifikasi data Kementerian Sosial (Kemensos).

Menanggapi hal tersebut, Pemkot Metro, melalui Dinas Sosial (Disos) akan melakukan verifikasi dan validasi (verval) pengguna layanan BPJS. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Sosial Kota Metro Suwandi, Jumat 6 September 2019.

"Saya sudah ketemu dengan pekerja sukarela masyarakat (PSM) kelurahan, dan tenaga kerja sukarela kecamatan (TKSK) untuk membahas rencana verbal ini. Tapi terlebih dulu akan melakukan musyawarah kelurahan (Muskel), baru kita lakukan verivikasi verbal," kata Suwandi.

Diakuinya, verval dilakukan agar para peserta BPJS tersebut bisa kembali masuk dalam data verifikasi Kemensos. Rencananya verval juga akan dilakukan langsung oleh tim dari Kemensos didampingi tim dari Disos Kota Metro. 

"Untuk sementara waktu kepesertaan BPJS masih dinonaktifkan. Namun, setelah proses verifikasi selesai langkah selanjutnya akan diusulkan ke Kemensos. Sehingga kepersertaan BPJS masyarakat  bisa kembali diaktifkan," tambahnya.

Diakui Suwandi, selain melakukan verval bagi 1.192 peserta BPJS yang dinonaktifkan, pihaknya juga akan melakukan verifikasi bagi 2.238 warga penerima bantuan iuran (PBI). Sehingga jumlah warga yang akan diverifikasi sebanyak 3.430 warga. Tujuannya agar ke-3.430 warga bisa masuk dalam kepesertaan BPJS.

"Sampai saat ini jumlah warga peserta BPJS Kota Metro yang dibiayai melalui dana APBN jumlahnya mencapai 30.000 lebih. Sementara untuk peserta BPJS yang dibiayai melalui dana APBD Kota Metro kurang lebih mencapai 20.000 jiwa," kata Suwandi.

Suprayogi

Berita Terkait

Komentar