#perempuan#kekerasan

1.090 Perempuan Alami Kekerasan Tiga Tahun Terakhir

( kata)
1.090 Perempuan Alami Kekerasan Tiga Tahun Terakhir
Foto. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR Provinsi Lampung mencatat selama tiga tahun terakhir kekerasan terhadap perempuan mencapai 1,090 kasus. Rinciannya yakni 922 kasus terjadi pada tahun 2017 dan 2018. Sementara untuk tahun ini terhitung sejak Januari hingga November berjumlah 168 kasus.

Sofiyan Hd, Koordinator Program LSM Damar mendampingi Direktur Eksekutif Selly Fitriani mengatakan dari 168 kasus yang terjadi sepanjang 2019, 38,1% terjadi diranah publik sementara diranah privat 61,9%. 

Kekerasan tertinggi adalah kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebanyak 61.30% kasus, bentuk kekerasan tertinggi kedua kasus kekerasan seksual sebanyak 38,69%. Kasus.

Sementara pada dua tahun sebelumnya menurut Sofian, dari 922 kasus, 577 kasus terjadi diranah publik, sedangkan 345 diranah privat.  "Dirinci berdasarkan bentuk kekerasan, kasus kekerasan seksual masih menjadi yang tertinggi dengan 540 kasus. terdiri dari 198 pelecehan seksual, 176 pemerkosaan, 166 pencabulan. Bentuk kekerasan tertinggi kedua KDRT dengan jumlah kasus 219 kasus," katanya.

Dibagian lain Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR menyelenggarakan Konsultasi Formal Pengembangan Kebijakan Payung Pelaksanaan Penanganan Kekerasan Dalam Ruma Tangga (KDRT) di lingkungan kepolisian bekerja sama dengan Kepolisian Daerah (Polda) Lampung.

Konsultasi itu melibatkan 32 anggota Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) dari Polda Lampung dan polres kabupaten/kota se-Lampung, diselenggarakan pada 18 Desember 2019, di Hotel Emersia dengan menghadirkan narasumber AKP Endang Sri Lestari dari Polda Metro Jaya, Margaretha Hanita konsultan Prevention, Dr Tisnanta MHum akademisi Fakultas Hukum Universitas Lampung, dan AKBP Adisastri dari UPPA Polda Lampung.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat perspektif kepolisian tentang pentingnya intervensi terhadap laki-laki pelaku sebagai upaya menurunkan angka kekerasan berbasis gender di Lampung khususnya kekerasan terhadap perempuan.

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar