#kendaraanodol#beritalampung

1.023 Kendaraan ODOL Melintas di Lampung Sepanjang 2020

( kata)
1.023 Kendaraan ODOL Melintas di Lampung Sepanjang 2020
Jajaran BPTD Wilayah VI Provinsi Lampung dan Bengkulu menindak tegas pelanggar kendaraan Over Dimension dan Over Loading (ODOL). Dok BPTD


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sebanyak 1.023 kendaraan yang melintas di Lampung sepanjang 2020 melanggar Over Dimension dan Over Loading (ODOL). Kendaraan melakukan pelanggaran terkait daya angkut yang melebihi kapasitas, over dimensi, dokumen yang tak lengkap, dan tata cara muat.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan selama 2020 di Lampung terdapat 2.331 kendaraan diperiksa. Hasilnya 1.023 kendaraan melanggar ketentuan ODOL.

Dari jumlah tersebut, kendaraan melebihi kapasitas sebanyak 5-20% sebanyak 119 kendaraan, 20-50% ada 96 kendaraan, 50-75% ada 64 kendaraan, 75-100% ada 51 kendaraan dan lebih dari 100% ada 70 kendaraan.

Kemudian untuk pelanggarannya meliputi 589 pelanggaran daya angkut kendaraan, 22 pelanggaran dimensi kendaraan, 407 pelanggaran dokumen dan 5 pelanggaran tata cara muat kendaraan. Untuk itu, dilakukan penindakan berupa 78 kendaraan diberi peringatan, 157 kendaraan ditilang, 5 kendaraan pemindahan muatan dan 5 kendaraan dilakukan penandaan pelanggar dimensi.

"Kendaraan tersebut kami lakukan tindakan tegas sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku," kata Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI Provinsi Lampung dan Bengkulu, Sigit Mintarso kepada Lampost, Selasa, 16 Februari 2021.

Disamping itu, terdapat pelanggaran yang terjadi masuk dalam persidangan pada 10 Februari 2021 lalu. Hal itu dilakukan pada truk tronton nomor Ppolisi B 9593 UT yang melintas di Jalan Lintas Sumatera, Lampung Selatan. Kendaraan sepanjang 17 meter itu seharusnya memiliki panjang normal 12 meter.

"Kami terus mengutamakan keselamatan transportasi. Untuk itu kendaraan yang melanggar, kami proses dan antarkan ke penegakan hukum sampai dengan tahap penuntutan (P21) di Pengadilan Negeri Kelas II Kalianda Lampung Selatan dan menunggu proses persidangan," katanya.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar