#banjir#pertanian

1.015 Hektare Sawah Terendam Banjir, Ratusan Hektare Padi Puso

( kata)
1.015 Hektare Sawah Terendam Banjir, Ratusan Hektare Padi Puso
Tanaman padi di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, kembali terendam banjir. Dok


Kalianda (Lampost.co) -- Tanaman padi di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, kembali terendam banjir. Dengan demikian, sawah yang terdampak bencana alam tersebut mencapai 1.015 hektare (Ha) dengan ratusan hektare tanaman berusia 7-30 hari diantaranya mengalami puso (rusak). 

Plt. Kepala UPTD Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Palas, Tarmijan, mengatakan berdasarkan laporan para penyuluh dan kelompok tani luasan tanaman padi terdampak banjir mencapai 1.015 Ha. Tanaman yang terendam banjir rata-rata berusia 7-35. 

"Banjir ini karena hujan yang mengguyur sejak beberapa hari terakhir," kata dia, Senin, 15 Februari 2021.

Menurutnya, tanaman padi yang terdampak banjir terdapat di sembilan desa, yakni Desa Mekarmulya seluas 150 Ha, Palasjaya 85 Ha, Baliagung 395 Ha, Pulautengah 50 Ha, Bandanhurip 35 Ha, Pulaujaya 200 Ha, Bumiasih 35 Ha, Bumidaya 15 Ha dan Bumirestu 50 Ha.

"Sejauh ini belum bisa dipastikan rusak atau puso karena banjir ini. Soalnya, laporan petani ada sebagian yang masih terendam banjir. Data ini saja baru saya terima dari penyuluh dan petani," kata dia.

Dia mengatakan, pada banjir pertama pihaknya mengusulkan ke Dinas Tanaman Pangan Hortikultura, dan Perkebunan (TPH-Bun) Lampung Selatan agar mendapatkan bantuan benih bagi lahan yang terendam banjir dan rusak.

Selain itu, kata Tarmijan, pihaknya juga berkoordinasi kepada UPT Penguji Konstruksi dan Bangunan Kecamatan Palas untuk mengusulkan perbaikan pintu air dan normalisasi jaringan irigasi di beberapa wilayah area persawahan.

"Di beberapa wilayah seperti Desa Bandangurip dan Baliagung ada pintu pengairan yang rusak menjadi pemicu banjir," ujarnya.

Sementara itu, Gapoktan Bali Jaya, Desa Baliagung, Dewa Aji Tastrawan mengatakan banjir kali ini lebih luas merendam tanaman padi. Saat ini tanaman padi yang terendam banjir mencapai 395 Ha dengan umur tanaman berkisar 7-30 HST. 

"Banjir kali ini cukup luas. Bahkan, ada yang rusak. Banjir pertama hanya 250 Ha dan banjir kedua ini merendam 395 Ha," kata dia. 

Dia mengaku hingga saat ini tanaman padi yang mulai rusak mencapai 150 Ha, terdiri dari rusak ringan 25 Ha, sedang 20 Ha dan berat 105 Ha. Sedangkan, tanaman yang dipastikan rusak atau puso mencapai 235 Ha. "Petani terpaksa tanam ulang. Tanaman rusak ini karena sudah dua kali terendam banjir," kata dia. 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar