2013-07-06 02:15:00
Warga Sampaikan Mosi Tidak Percaya

PESAWARAN (Lampost.Co): Mayoritas warga Desa Sinarharapan, Kecamatan Kedondong, Pesawaran, menyatakan mosi tidak percaya terkait hasil tes bakal calon kepala desa (balon kades) yang diselenggarakan panitia pemilihan kepala desa pada 17 Juni lalu.
"Kami akan secepatnya melayangkan surat protes karena menemukan adanya banyak kejanggalan hasil tes tersebut," kata Ahmad Kartomi, warga Desa Sinarharapan, Kamis (4-7).

Menurutnya, hasil tes yang diumumkan di Kecamatan Kedondong tidak tercantum tanggal dan hasil tes, sedangkan para balon kades yang seharusnya menerima melalui surat sebagaimana dinyatakan sekretaris kabupaten waktu itu hanya menerima fotokopian. "Ini apa-apaan," kata Kartomi.

Terpisah, balon kades Sinar Harapan, Syamsul Bahri, Mahyudin, Selamet, dan Rohimi, ketika dikonfirmasi, tidak membantah hal tersebut. Pilkades Kabupaten Pesawaran sesuai jadwal diikuti tiga desa di dua kecamatan, yaitu Kedondong dan Punduhpidada.

Anehnya lagi, dalam pengumuman yang dinilai sementara pihak sangat meragukan itu, hanya dimuat balon kades dua desa, yakni Desa Sinarharapan dan Kedondong. "Setahu kami, kalau dalam satu paket, tidak dipisah-pisah," ujar Kartomi. Menurut balon kades Sinarharapan, hasil tes mereka meragukan. "Untuk menjawab pertanyaan calon mata pilih, selayaknya panitia transparan, jangan lagi ditutup-tutupi," ujar mereka

Sebelumnya, warga juga mempertanyakan keabsahan ijazah karena ada salah satu balon yang tidak dapat menunjukkan ijazah yang asli. Untuk itu, guna menghindari gejolak di masyarakat, instansi terkait diminta meninjau ulang hasil tes. Pasalnya, warga berniat tidak akan memberikan hak suaranya dalam pilkades mendatang. Desa Sinarharapan, salah satu peserta pilkades, memiliki sembilan pedukuhan dengan jumlah mata pilih sekitar 2.470 orang. (KAR/L-2)


komentar facebook