2012-12-04 21:26:00
UMP Lampung 2013 Idealnya Rp1,2 Juta

RAJABASA (Lampost.Co): Upah minimum provinsi (UMP) Lampung idealnya Rp1,2 juta/bulan. Angka itu dengan mempertimbangkan kebutuhan hidup layak (KHL), pertumbuhan ekonomi, dan inflasi.

Pengamat ekonomi Asrian Hendi Caya mengatakan inflasi Lampung sepanjang 2012 diperkirakan sebesar 4,5% dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,1%. "Dengan mempertimbangkan nilai KHL, saya rasa idealnya UMP di Lampung pada 2013 sebesar Rp1,2 juta/bulan," kata Asrian, yang juga pengajar di Universitas
Lampung ini, kepada Lampung Post, Selasa (4-12).

Menurut Asrian, pertumbuhan ekonomi Lampung yang diprediksi sebesar 6,1% merupakan andil dari para pekerja dalam hal peningkatan produktivitas. Untuk itu, dalam penentuan nilai UMP sudah sepatutnya dapat melindungi para pekerja. "Pertumbuhan ekonomi Lampung itu terjadi karena adanya kontribusi produktivitas pekerja," kata dia.

Asrian mencontohkan Provinsi Bengkulu yang merupakan tetangga terdekat Lampung sudah memutuskan nilai UMP sebesar Rp1,2 juta. Padahal, sebelumnya nilai UMP Bengkulu pada 2012 hanya sebesar Rp923 ribu.

Hal senada disampaikan Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Lampung Sulaiman Ibrahim. Menurut dia, nilai UMP Lampung pada 2013 sejatinya sebesar Rp1,2 juta/bulan.

Jumlah tersebut dengan mempertimbangkan kebutuhan riil pekerja yang mencakup transportasi, sandang, pangan, dan papan. Menurut Sulaiman, sesuai dengan kesepakatan dari serikat buruh, pihaknya akan terus memperjuangkan nilai UMP Lampung sesuai dengan kebutuhan riil.

"Kami akan tetap bertahan bahwa nilai UMP harus lebih besar dari KHL, minimal 125% dari KHL. Dengan angka itu, baru kebutuhan hidup buruh dapat dipenuhi," ujar Sulaiman.

Dia juga menegaskan pertumbuhan ekonomi Lampung yang terus meningkat salah satunya karena sumbangsih kerja keras para buruh. Karena itu, pihaknya berharap pada penentuan UMP dapat mengedepankan kebutuhan pekerja. "Tidak ada gunanya program pengentasan kemiskinan jika nilai UMP masih rendah."

Dihubungi terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung Yusuf Kohar masih enggan menyebut nilai UMP yang akan diusulkan. "Kami lihat dulu perkembangan dalam rapat UMP nanti," kata Yusuf.

Meskipun demikian, Yusuf berharap nilai UMP Lampung nantinya dapat ditentukan sesuai dengan mekanisme. "Untuk nilai UMP, ya sesuai dengan angka yang wajar." (YAR/K-2)

komentar facebook