BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Stroke menjadi salah satu penyakit mematikan nomor tiga di dunia. Tingginya angka kematian inilah menjadi perhatian dunia tentang penyakit yang menyerang saraf, sehingga mengancam keselamatan jiwa manusia. Lantas apa penyebab stroke serta bagaimana mengatasinya? Berikut kutipan wawancara wartawan Lampung Post Nur Jannah dengan dokter spesialis saraf Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung Zam Zanariah, Selasa (31/10/2017).

Pada 29 Oktober diperingati sebagai Hari Stroke Internasional, mengapa harus ada peringatan hari tersebut?



Hari Stroke dicetuskan karena melihat angka kejadian stroke di dunia termasuk di Indonesia sangat tinggi. Kemudian pentingnya bagian saraf orang stroke harus ditangani, baik fungsi dan kehidupannya, karena tingkat kecacatan dan kematian akibat stroke sangat tinggi bila pengelolaan pasien tidak baik dan tidak tepat.
Oleh karena itu, dunia menganggap bahwa stroke merupakan penyakit yang mengancam jiwa sehingga harus mendapat perhatian khusus, sehingga lahirnya Hari Stroke. Tujuannya agar masyarakat lebih teredukasi mengenai apa itu stroke. Hari Stroke juga harus menjadi perhatian para petugas medis untuk menyampaikan kepada masyarakat, bagaimana mencegah dan menangani agar masyarakat terbebas dari stroke. Kemudian bagaimana menghadapi kalau sudah terkena stroke dan mengelolanya.

Sosialisasi apa yang dilakukan untuk mengedukasi masyarakat sehingga paham mengenai stroke?

Kasusnya yang cukup tinggi, dunia menganggap ini sangat penting, tetapi Hari Stroke itu belum menjadi fokus perhatian pemerintah. Padahal dunia sudah menanggapi bahwa ada Hari Stroke yang juga sama pentingnya dengan hari-hari besar lain. Namun, hingga saat ini di Indonesia tidak ada peringatan maupun kegiatan khusus tentang stroke. Ke depan inilah yang akan menjadi fokus perhatian kita sebagai orang medis yang harus mengedukasi masyarakat.

Lalu apa penyebab stroke, serta bagaimana menanganinya?

Stroke terjadi tidak hanya pada orang tua. Pada suatu kasus ada anak usia 11 tahun yang sudah terkena stroke. Harus dipahami bahwa stroke adalah gangguan otak mendadak yang diakibatkan oleh penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah.
Gejala kerusakan di otak juga bergantung pada otak mana yang kena. Misalnya menyerang saraf gerak bisa lumpuh.
Kemudian menyerang bagian keseimbangan, bisa mengganggu keseimbangan bicara dan bisu. Jika menyerang daerah penglihatan, jadi buta. Adapun kalau yang diserang bagian sensorik, bisa mati sebelah dan sebagainya, bergantung lokasi bagian mana yang terkena. 
Orang selama ini berpikir bahwa terkena stroke pasti lumpuh, padahal belum tentu bergantung lokasi terkenanya di mana. Jika lumpuh itu karena pembuluh darah yang mengaliri darah di otak tersumbat atau pecah. Stroke ini ada dua tipe, yakni menyumbat atau pecah.
Orang kena stroke karena dia punya risiko stroke, adapun faktornya di antaranya kencing manis, darah tinggi, merokok, asam urat kegemukan, kelainan darah atau karena obat-obatan, dan kelainan bawaan di otak. Jadi banyak penyebab stroke dan tidak benar hanya usia tua yang terkena, bergantung faktornya jika kelainan bawaan, anak bisa kena stroke. Stroke bisa terkena siapa pun, laki-laki, perempuan, usia berapa pun, serta ras apa pun bergantung risiko apa yang dimiliki pasien.

Bagaimana upaya pencegahan agar kita tidak terserang stroke?

Stroke sering terjadi secara mendadak, sebenarnya faktor risiko stroke terjadi dalam jangka panjang secara menahun, seperti darah tinggi atau diabetes yang sudah bertahun-tahun, yang harus dilakukan untuk mencegah adalah dengan mengendalikan faktor risikonya. Jika darah tinggi, cara mengendalikannya dengan mengonsumsi obat rutin seumur hidup, kurangi konsumsi garam, dan sebagainya. Jika merokok, hentikan rokoknya. Begitu juga dengan kegemukan, kendalikan gemuknya dan sebagainya.
Stroke umumnya didiagnosis melalui tanda-tanda fisik, serta melalui foto atau pencitraan otak. Pencitraan otak gunanya untuk menentukan apakah stroke disebabkan oleh arteri yang tersumbat atau pembuluh darah yang pecah, adanya risiko serangan stroke iskemik, bagian otak mana yang terserang, dan seberapa parah stroke tersebut.
Proses rehabilitasinya spesifik dan bergantung pada gejala yang dialami dan seberapa parah gejala tersebut. Kerusakan akibat stroke bisa meluas dan berlangsung lama. Sebelum pulih seperti sedia kala, penderita harus melakukan rehabilitasi dalam periode panjang.
Stroke dapat dicegah melalui penerapan pola hidup sehat. Risiko mengalami stroke akan berkurang jika melakukan pola hidup sehat, seperti makanan sehat, berolahraga secara teratur, dan tidak merokok. Berusaha menurunkan tingkat kolesterol dan tekanan darah tinggi dengan obat-obatan juga bisa mengurangi risiko terkena stroke. Sebagian orang, obat-obatan untuk mencegah pembekuan darah serta obat untuk menjaga kadar normal gula darah juga penting untuk mencegah terjadinya stroke. *

BIODATA

Nama         : Zam Zanariah

Kelahiran    : 17 Januari 1974

Alamat   : Jalan Untung Suropati, Gang Mataram, Bandar Lampung

Jabatan  : Dokter spesialis saraf RSUDAM Bandar Lampung

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR