BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Adik Kandung Zulkifli Hasan sekaligus Bupati Nonaktif Kabupaten Lampung Selatan atas nama Zainudin Hasan yang terjerat kasus Korupsi fee proyek infrastruktur dan tindak pidana pencucian uang dituntutan 15 tahun pidana penjara, serta denda Rp500 juta Subsider 5 bulan kurungan. Senin (1/4/2019) di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang.



Selain pidana penjara serta pidana denda Zainudin juga diwajibkan membayar uang pengganti Rp66 miliar jika tidak sanggup diganti pidana denda 2 tahun kurungan. 

Jaksa KPK Wawan Yunarwanto mengatakan Zainudin Hasan terbukti secara sah melakukan tindakan pidana dan memenuhi unsur Empat pasal yang disakwakan oleh pihaknya.

Zainudin didakwa dengan pasal pertama tentang korupsi pasal 12 Huruf a, 12 Huruf i, dakwaan ketiga pasal 12 Huruf B besar + dakwaan TTPU, nanti kita buktikan semua. Kalau kita si yakin semua dakwaan yang kita dakwakan semua terpenuh.

" Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Zainudin Hasan berupa pidana penjara selama 15 tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan pidana  sebesar Rp500 Juta Subsider 5 bulan kurungan dengan perintah terdakwa tetap berada dalam tahanan," kata Jaksa.

"Menjatuhkan pidana tambahan terhadap terdakwa Zainudin Hasan untuk membayar uang pengganti Rp66 miliar jika tidak sanggup membayar maka harta bendanya akan disita jika tidak mencukupi maka ditambah pidana penjara 2 tahun," kata Jaksa.

"Menajtuhkan hukuman tambahan pada terdakwa Zainudin Hasan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 5 tahun setelah terdakwa selesai menjalani pidana pokoknya," kata Jaksa.

Usai sidang Zainudin Hasan menagis saat menyampaikan permohonan izin kepada majelis hakim untuk menghadiri istrinya yang akan melahirkan.

"Ini tuntutanya tinggi, supaya dia (istri terdakwa) tidak shock. Yang mulia seorang ibu tolong kasihan dengan istri saya, satu hari setengah hari pun boleh yang mulia
Dikhawatirkan akan kekurangan darah
HB di bawah normal, sebulan ini tiap dua hari diinfus, Mnta izin setengah hari pun boleh, " kata Zainudin sembari menangis di hadapan Hakim.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR