BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Tim Pemenangan Arinal Djuanidi-Chusnunia Chalim, Yuhadi menyebut panitia pengawas Kecamatan  Bukit Kemuning, Lampung Utara termakan isu saat mendatangi gudang milik Ruslani, Jumat (25/5/2018).

Sebab, Setelah terlibat sedikit ketegangan dengan pemilik gudang dan beberapa kader Partai Golkar, Panwas tidak menemukan kegiatan ilegal di gudang tersebut. Pada saat Panwascam dan polisi sampai di lokasi, mereka hanya menemukan sarung dan kerudung yang merupakan bahan kampanye yang sah dan dibolehkan oleh KPU.



"Memang sedikit ada ketegangan dengan beberapa kader partai Golkar. Tapi setelah mereka melihat yang ada hanya bahan kampanye, Panwasnya pulang dan persoalan ini kami anggap tidak ada apa-apa," tegas Yuhadi, LO pasangan Arinal-Nunik, Sabtu (26/5/2018).

Yuhadi berharap kondisi politik yang makin panas selama sebulan ke depan dapat disikapi secara bijak oleh berbagai komponen, baik peserta, penyelenggara, maupun pengawas. "Jadi kalau dikonfirmasi baik-baik kan nggak perlu ada ketegangan. Apalagi sampai bawa-bawa polisi. Sebab pasangan Arinak-Nunik sudah bertekad tidak akan melakukan tindakan-tindakan yang melanggar aturan Pilkada", ujarnya.

Menurut Yuhadi,  Yang harus dipertanyakan justru pihak-pihal yang memelintir bahwa kejadian itu adalah penggerebekan bahan kampanye milik Paslon, kemudian dengan cepat mempublikasikannya pada media seolah-oleh ada pelanggaran.

Saat ini menurutnya tim paslon 3 sedang mengkaji dan akan segera melaporkan bila ada oknum yang dengan sengaja secara tendensius ingin merusak citra pasangan calon nomor 3.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR