BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Terkait rencana Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung dan Jaringan Aktivis 1998 yang akan mempertanyakan ke Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto soal penyambangan eks rumah Andi Arief oleh pihak kepolisian, pemilik rumah memberikan tanggapan.

Yozi Rizal, pemilik rumah eks Andi Arief, mengatakan upaya yang dilakukan Polda Lampung terlalu berlebihan. Hal tersebut seakan-akan menjadi shock therapy bagi warga yang membahas permasalahan negara.



"Saya sempat tanya ketika polisi datang ke rumah, apakah ini berkaitan dengan cuit-an, anggota bilang iya, lebaylah saya bilang," ujarnya di Kantor LBH Bandar Lampung, Senin (7/1/2019).

Berita Terkait: LBH dan Aktivis ‘98 Pertanyakan Penggerudukan Eks Rumah Andi Arief

Yozi pun mengatakan tiga orang dari Subdit II Tindak Pidana Perbankan dan Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Lampung datang ke kediamannya, sekitar pukul 11.00, dan kedatangannya pun tidak berlangsung lama. Awalnya aparat menemui istri Yozi, kemudian Yozi menemui ketiganya.

"Mereka nanya, apa ini rumah Andi Arief, saya bilang dulu iya, sekarang rumah saya, terus mereka tanya ada rumah lainnya enggak, saya bilang ada di depan sana, tapi sudah dijual juga," katanya.

Sebelumnya, Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto membantah kalau pihaknya melakukan penggerudukan. "Iya, tadi pagi cuma kami sambangi, di Jalan Nusantara, Gang Perkutut, Nomor II," ujarnya, Jumat (4/1/2019).

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR