YANG muda yang berkarya, sepenggal kalimat tersebut cocok untuk menggambarkan peran sekumpulan pemuda yang tergabung di Komunitas Jendela Lampung dan Jalan-Jalan Edukasi (JJE) yang fokus pada dunia anak.

Pengurus Komunitas Jendela Lampung, Mia Sumiati, mengungkapkan komunitas Jendela memiliki kepedulian terhadap anak-anak. Sebab, inilah generasi penerus dan di tangan merekalah masa depan bangsa ditentukan.



Menurut Mia, anak-anak sejak usia dini harus dikenalkan dengan hal-hal positif. Salah satunya menumbuhkan minat baca dengan harapan anak-anak tersebut dapat membawa perubahan bagi bangsa.

"Bukan hanya tanggung jawab orang tua, pemuda juga punya tanggung jawab untuk masa depan anak-anak," kata Mia, saat diwawancarai di Radio Sai 1oo FM (grup Lampung Post), beberapa hari lalu.

Menurut dia, tantangan yang dihadapi anak-anak di jaman now berbeda dengan anak-anak zaman dahulu. Anak-anak zaman sekarang banyak terpapar dengan gawai. Oleh sebab itu, kepedulian mereka kepada lingkungan dan sosial makin berkurang.

"Tantangannya anak-anak sekarang lebih fokus dengan smartphone mereka. Lebih fokus dan mengutamakan smartphone ketimbang yang ada di dekat mereka."

Hal senada dikatakan Diana Yulirianti. Menurut dia, salah satu peran Jendela Lampung memberikan kepedulian terhadap anak-anak dengan merayakan Festival Sanak Lampung yang akan digelar pada 18 November 2018, di GSG SMAN 2 Bandar Lampung.

Kegiatan tersebut memiliki sejumlah rangkaian, di antaranya tari sigegh penguten, tari kreasi medley, parade tari nusantara, serta permainan tradisional yang melibatkan anak-anak dari panti asuhan dan anak-anak disabilitas.

 

Mudah Dikendalikan

Atika Amalina dari Komunitas Jalan-Jalan Edukasi (JJE) menjelaskan pada usia anak-anak inilah mereka lebih mudah dikendalikan. Hal itu berbeda saat membina remaja atau dewasa yang telah terbentuk karakternya.

"Anak-anak inilah yang harus diselamatkan. Kalau mengubah remaja lebih sulit tentunya karena mereka sudah terbentuk polanya," ujar dia.

Atika menjelaskan pada titik inilah komunitas berperan untuk memberikan perhatian dan kepedulian kepada anak-anak sehingga kelak mereka berada di jalur yang benar. Misalnya, dengan meningkatkan minat baca anak-anak sejak dini. Kemudian, memberikan pelajaran untuk anak kelas 0—III SD dengan cara belajar berhitung dan mengenal huruf.

Adapun untuk kelas IV—VI dengan memberikan materi tambahan, seperti baca puisi atau pendidikan lain.

 

 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR