KALIANDA (Lampost.co)--Minat baca menjadi tolak ukur kemajuan bangsa, sehingga Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan, akan mewujudkan satu desa satu orang relawan pegiat literasi pustaka di kabupaten berjuluk serambi Sumatera tersebut.

"Pekan ini saya akan mengumpulkan seluruh penggiat literasi di kabupaten Lampung Selatan untuk mewujudkan minat baca masyarakat hingga pelosok desa. Apakah nanti kita anggarkan satu desa satu sepeda motor atau satu kecamatan satu unit mobil operasional. Bahkan nanti kita terapkan jam wajib membaca setelah azan Magrib," kata Bupati pada peluncuran Kampung Literasi Pustaka di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Selasa (19/9/2017).



Peluncuran Kampung Literasi Pustaka itu diresmikan Dr. Khastum, selaku Kepala Sub Direktorat Pendidikan Keaksaraan dan Budaya Baca Kemendikbud RI.


Zainudin yang merupakan adik kandung ketua MPR RI tersebut mengaku tidak tanggung tanggung mendukung keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap perjuangan pegiat literasi dalam mendorong minat membaca di masyarakat perbatasan, pedesaan maupun pesisir. Berbagai cara dilakukan oleh para pegiat literasi  dalam membuka perpustakaan dan meningkatkan minat baca pada anak-anak di daerah dan ada yang membuka diteras rumah.

"Untuk itu saya wajibkan kepala desa mengalokasikan sebagian dana desa untuk pembangunan gedung perpustakaan di semua desa yang ada di Kabupaten Lampung Selatan," ujar Zainudin.

Sementara Khastum, kepala sub Direktorat Pendidikan Keaksaraan dan Budaya Baca Kemendikbud RI, mengapresiasi semangat pemerintah kabupaten dalam melakukan gerakan mencerdaskan masyarakat.

Ia juga memuji langkah para penggiat literasi dalam mewujudkan buku bacaan di setiap rumah di desa Pasuruan sebagai kampung literasi di kecamatan Penengahan.

"Ini ide bagus. Namun buku juga harus bervariasi. Ada buku ketrampilan, sehingga ada ketertarikan dan meningkatkan kewirausahaan," ujar Khastum mewakili Menteri Pendiididkan dan kebudayaan RI Muhajir Effendy.
Ide-ide yang dipelopori penggiat literasi Sugeng Haryono ini perlu ditindaklanjuti dan dikembangkan, sebab meningkatkan minat baca di masyarakat menjadi salah satu tolok ukur kemajuan sebuah daerah.

"Tidak itu saja, kemampuan penggiat literasi juga akan kita tingkatkan, sehinga mampu mengembangkan KBM kepada anak anak pedesaan," tandasnya.

Sugeng Haryono, penggiat literasi motor pustaka kabupaten Lampung Selatan mengaku di Desa Pasuruan ini setiap rumah mempunyai ruang perpustakaan. Sedangkan di setiap dusun memiliki ruang pojok baca.

 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR