LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 3 July
1662

Tags

LAMPUNG POST | Wonder Woman
Padli Ramdan, Wartawan Lampung Post. (Lampost.co)

Wonder Woman

FILM Wonder Woman masih menempati Box Office dan terus mengumpulkan pendapatan ratusan juta dolar. Di balik ketenaran superhero ini, ada tiga negara yang melarang penayangan film Wonder Woman; Qatar, Lebanon, dan Tunisia.

Alasannya adalah karena pemeran utama Wonder Woman, Gal Gadot, adalah warga negara Israel. Gadot dinilai mendukung tindakan militer negaranya di Lebanon. Gadot yang pernah bermain di film Superman vs Batman dan Fast and Fariuos juga pernah menjadi bagian dari tentara Israel. Pada 2006, dia melakoni wajib militer.

Dia juga kerap menunjukkan dukungan kepada tentara Israel (IDF). Ketika konflik Gaza pada 2014, dia mengunggah status yang menyatakan cinta dan doa kepada warga Israel.

Namun, boikot Qatar tidak bakal membuat Wonder Woman terpuruk. Hingga sekarang, film ini sudah menghasilkan 663 juta dolar AS (setara Rp 8,8 triliun) di seluruh dunia. Angka itu masih akan bertambah. (republika.com)

Meskipun Wonder Women dilarang, beberapa film laris yang diperankan Gal Gadot sebelumnya tidak mendapat penolakan di Lebanon. Di negara Asia lainnya, termasuk Indonesia Wonder Woman menjadi salah satu film yang dinantikan para penggemar sosok superhero. Palarangan tayang ini sedikit banyak bisa mengurangi pemasukan dan pendapatan film Wonder Woman

Di Tanah Air, penolakan film pun terjadi. Film pendek berjudul Kau adalah Aku yang Lain karya Anto Galon dinilai sangat kontroversial dan menyinggung Islam.

Sejumlah netizen dan pesohor juga mengecam film tersebut dan menilainya sangat tendensius kepada muslim. Meskipun sudah dibantah sang sutradara. "Film itu adalah sebuah renungan bahwa sebagai seorang muslim agar tidak menjadi oknum seperti yang Si Mbah dalam film," kata Anto.

Film Kau adalah Aku yang Lain menjadi pemenang dalam festival film pendek yang digagas Mabes Polri atau Police Movie Festival IV 2017. Film ini diunggah ke Youtube kemudian link-nya dibagikan melalui akun Facebook dan Twitter Divisi Humas Polri pada Kamis (22/6) lalu.

Sebagai produk budaya dengan pesan-pesan tertentu, karya film bisa menimbulkan perdebatan dan menghadirkan kontroversi. Namun, di balik itu semua, penonton bisa belajar dan berdialog agar kontroversi tersebut membawa kebaikan bagi semua.

 

BAGIKAN


BERITA TERBARU

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv