MENGGALA (lampost) -- Bupati Tulangbawang Winarti ingin menggali tantangan atau permasalahan yang ada di dunia pendidikan khususnya di Kabupaten berjuluk Sai Bumi Nengah Nyappur.

Hal tersebut dilakukan,  guna mencari solusi terbaik yang sesuai regulasi pendidikan supaya bisa sinkron dengan 25 program unggulan Pemerintah Kabupaten Tulangbawang dengan mengadakan pertemuan dengan Kepala Dinas Pendidikan Tulangbawang Untung Widodo,  kepala PGRI tulangbawang Daniel Anwar. 



"Saya berharap, tahun mendatang 25 progam bisa sejalan dengan program pendidikan yang sudah berjalan, dengan kata lain program pusat ditambah lagi program Kabupaten, dan seperti bos daerah, serta peningkatan kesejahteraan guru honorer ataupun payung hukum bagi usaha pembiayaan sekolah dapat berjalan baik," ungkap Bunda Winarti, sapaan akrab Bupati Tulangbawang, dirumah dinasnya, Selasa (18/9/2018).

Untuk mewujudkan itu, pihaknya telah mengundang komunitas pendidikan kabupaten Tulangbawang yang terdiri dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD, Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) serta Kepala Sekolah Rujukan dan Kepala Sekolah Model.

"Tujuan pertemuan ini adalah mendiskusikan permasalahan, dan tantangan pendidikan yang dihadapi kabupaten Tulangbawang dan mencari upaya solusi yang dapat ditempuh sesuai kondisi dan regulasi yang ada serta mensosialisasikan 25 program. Harapannya melalui pertemuan tersebut ada persamaan visi, misi dan tujuan, sehingga bisa menyatukan langkah untuk bergotong royong memajukan pendidikan di kabupaten Tulangbawang," Ujar Winarti.

Bupati juga mengatakan, dirinya sudah sangat konsen dengan bidang pendidikan dan siap mendukung program-program sekolah guna meningkatkan mutu pendidikan.

"Hal yang kita bahas ialah seperti dukungan BOS Daerah, peningkatan kesejahteraan guru honor, payung hukum bagi usaha pembiayaan sekolah, pemenuhan beban kerja dengan lima hari sekolah, dan adanya perlakukan kepada sekolah kategori binaan yang setara dengan sekolah rujukan dimana merupakan program pemerintah pusat,"Kata Bupati

Sementara saat pertemuan tersebut, Ketua PGRI Danial Anwar, S.Pd MM bersama Bupati Tulangbawang itu, dirinya meyampaikan harapan agar Pemerintah Daerah dapat membantu satuan pendidikan agar lebih banyak lagi SMP yang mampu melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), mengingat semua sekolah Menengah di Kabupaten Tulangbawang telah melaksanakannya.

"Alhamdulillah Ibu Bupati berjanji akan menindaklanjuti hasil pertemuan dengan diskusi khusus untuk mengkaji aspek-aspek lain yang terkait dengan permasalahan tersebut. Dalam kesempatan tersebut Ibu Bupati juga mengapresiasi upaya sekolah model SMPN 1 Banjar Agung yang telah melakukan upaya secara mandiri membentuk wira usaha mandiri bekerjasama dengan seluruh warga sekolah dan komite sekolah. Bahkan Ibu Bupati telah memberikan bantuan Rp.20 Juta rupiah untuk pengembangan wira usaha tersebut agar dapat menjadi percontohan bagi sekolah lain guna mengembangkan kewirausahaan di satuan pendidikan," kata Daniel.

 

 

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR