MENGGALA (Lampost.co)--Bupati Tulangbawang Winarti meminta pihak kepolisian dapat mengusut Tuntas kasus adanya praktek jual beli blanko KTP elektronik di Tulangbawang.

Dalam kasus KTP-el tersebut disinyalir menyeret nama anak mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tulangbawang.



Bupati Winarti menyatakan tindakan tersebut harus di usut sesuai hukum berlaku. Sebab, hal itu tidak sejalan dengan nawacita Pemkab Tulangbawang yang tengah gencar mengutamakan pelayanan khusus dibidang kependudukan kepada masyarakat.

"Ini harus diusut dan proses secara hukum. Karena perbuatan ini tidak sejalan dengan nawacita kita dibidang pelayanan. Jangan karena nila setitik, rusak susu sebelanga," kata Winarti. 

Apalagi ketersediaan blanko KTP-el di Tulangbawang merupakan permintaan langsung dirinya kepada Mendageri Tjahyo Kumolo.
Dia pun mendukung langkah Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut, Kita dukung langkah penegakan hukum dalam kasus ini.

"Semoga saja semua kasus bisa diselesaikan dan diusut tuntas oleh pihak kepolisian, yang jelas pemerintah daerah mendukung penuh atas kasus ini," kata Winarti. 

Sebelumnya Sekkab Tulangbawang Anthoni mengaku prihatin dengan adanya penangkapan anak mantan kadis capil menggala yang dalam hal ini tersangkut kasus blanko KTP-el pihaknya sudah berkordinasi dengan bupati dan beserta Kepala SKPD Dukcapil Tulangbawang agar dapat lebih
mawas diri apalagi yang dipermasalahkan adalah blangko KTP-el.

Anthoni menyerahkan permasalahan ini langsung kasus yang membawa nama kabupaten Tulangbawang tersebut kepada pihak kepolisian agar dilakukan proses hukum  sesuai dengan prosedur dan ketentuan serta ketetapan yang berlaku.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR