JAKARTA (Lampost.co)--Kejahatan teknologi kian canggih. Tiga anggota kelompok Surabaya Black Hat (SBH) berhasil membobol website dari 44 negara, baik dalam dan luar negeri. Mereka merusak database menggunakan metode SQL injection.
"Tidak menutup (jumlah korban) bertambah," kata Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Roberto Pasaribu, di Polda Metro Jaya, Selasa (13/3/2018).

Roberto mengungkapkan, laporan pertama masuk dari New York, Amerika Serikat. Otoritas setempat mengabarkan puluhan sistem berbagai negara telah dirusak. 
Setelah ditelusuri, perusak sistem menggunakan IP Address berlokasi di Surabaya. Usai dilakukan penyelidikan diketahui tiga tersangka KPS, 21; NA, 21; dan ATP, 21. 
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, mengungkapkan polisi tak berhenti di tiga tersangka. Polisi tengah mencari pihak lain yang terlibat. 
"Kita kerja sama dan mendapat informasi itu. Kita analisa sampai dua bulan berdasarkan informasi dari FBI itu," ungkap Argo.
Sebelumnya polisi menangkap tiga orang dari kelompok SBH. Mereka sudah membobol 600 website. Modusnya menawarkan perbaikan website dengan membayar sejumlah uang melalui paypal atau bitcoin. 
 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR