WAY KANAN (Lampost.co) -- Ada delapan alasan mengapa Kabupaten Way Kanan masuk dalam pantauan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus Yaya Purnomo.

Sekretaris Kabupaten Way Kanan, Saipul, saat dikonfirmasi Lampost.co, Selasa (21/8/2018), membeberkan alasan Way Kanan masuk dalam pantauan KPK RI.



"Pertama, Yaya Purnomo adalah pejabat di Kementrian Keuangan yang membidangi dana Pusat yang ditransfer ke daerah. Kedua, hampir semua APBD Kabupaten/Kota sudah dipastikan mempunyai dana transfer dari Pusat," ujarnya. 

Ketiga, lanjut dia, bukan hanya Kabupaten Way Kanan yang mengusulkan Dana Alokasi Khusus (DAK), tapi hampir semua Kabupaten/Kota mengusulkan dan mempunyai dana tranfer pusat. Keempat, Oleh karena itu, bukan hanya Kabupaten Way Kanan yang dimintai keterangan terkait persoalan hukum yang menjerat Yaya Purnomo, wajar artinya jika banyak daerah yang mendapatkan dana transfer yang akan diperiksa sebagai saksi.

"Kelima, walaupun saat ini memang baru beberapa daerah yang dijadikan saksi termasuk Kabupaten Way Kanan. Keenam, bagi daerah yang terindikasi mendapatkan dana transfer Pusat kedaerahnya tidak melalui prosedural dan ada keterlibatan dengan Yaya Purnomo, pasti akan ditindak lanjuti," tambahnya.

Kemudian, ketujuh kabupaten Way Kanan sudah dimintai keterangan terkait Prosedural pengajuan dana transfer pusat ke darah, dan untuk yang kedelapan adalah Kabupaten Way Kanan tidak terindikasi, karena dalam pengajuan dana DAK dan dana pusat lainnya selalu dengan cara prosedural dan normatif, paparnya.

Saat dikonfirmasi terkait nama pejabat Way Kanan yang telah dilakukan pemeriksaan oleh KPK, Saipul, menjelaskan bahwa dirinya tidak tau persis karena ada datanya di KPK RI.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR