BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Kanker tulang ternyata lebih sering  mengancam anak usia 10-20 tahun. Maka, masyarakat terutama orang tua diminta untuk lebih memperhatikan kesehatan buah hati sedari dini. 

Anggota IDI Cabang Bandar Lampung dr.Muhammad Fajrin Armin dalam talk show di SAI Radio 100 FM, Jumat (12/4/2019) sore, menjelaskan penyebab pasti kanker tulang tidak diketahui secara pasti atau dalam bahasa medisnya idiopatik.  Namun ada beberapa indikator yang bisa menjadi upaya pencegahan. 
"Kondisi yang diduga menjadi penyebab kanker tulang diantara faktor genetik misalnya dengan riwayat keluarga yang menderita kanker tulang, 
faktor zat kimia tertentu misalnya rokok, dan melalui paparan radiasi misalnya sebelumnya pernah menjalani terapi radiasi, juga trauma, itu semua sebagai faktor pemicu," kata dia. 



"Jika ada gejala nyeri sendi, dan benjolan makan waspada bahwa itu kanker tulang terutama umur 10-20 tahun segera ke dokter. Pada anak-anak proses pertumbuhan tulang sangat cepat kalau ditemukan kondisi nyeri makan kita patut curiga jangan dianggap remeh," paparnya.

Ciri-ciri kanker yaitu nyeri yang progresif pada bagian tubuh, rasa nyeri semakin lama semakin parah,  benjolan di lutut dan terasa nyeri makin lama makin besar. Tak sedikit di usia 50-60 tahun yang terserang kanker. "Kalau sudah seperti itu segera ke dokter," ujarnya. 

Ada tiga stadium, stadium tiga itu parah karena sudah metastatis (menyebar) di bagian lain ke tulang belakang,  paru paru dan organ lain. 
"Jadi prinsip penanganan tadi jika kanker tulang maka pasien harus di kemoterapi sebelum diamputasi. Kalau pasien sudah datang dengan keadaan parah makan harus diamputasi," ujarnya. 
Setelah menjalani operasi, akan disediakan kaki palsu sehingga pasien bisa beraktivitas seperti semula. 

Ia mengimbau kepada masyarakat yang mengalami hal tersebut untuk tidak ke pengobatan alternatif sebab dikhawatirkan akan semakin parah. 

"Banyak pasien yang ke alternatif malah semakin parah, apalagi yang menderita kanker tulang,  karena begitu menimbulkan benjolan atau nyeri mereka datang ke pengobatan alternatif, biasanya prosesnya berminggu-minggu berbulan bulan, dan jika dimanipulasi atau dipijat-pijat akan pecah tumornya dan progresnya semakin membesarkan berdarah dan akhirnya harus diantisipasi bahkan meninggal dunia," ungkap dia. 

Maka masyarakat harus melakukan pola hidup sehat seperti makan makanan bergizi dengan komposisi empat sehat lima sempurna,  olahraga minimal seminggu tiga kali , dan hindari rokok. 
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR