GUNUNG SUGIH (Lampost.co)--Guna mencapai eliminasi penularan hepatitis B dari ibu ke bayi pada 2020, Pemkab Lampung Tengah menargetkan pemeriksaan terhadap 24.798 ibu hamil. Pemeriksaan tersebut sebagai upaya deteksi dini hepatitis B pada ibu hamil.
Hal itu disampaikan Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Bambang Setyawan melalui sambutan yang dibacakan Dwi Urip Puji Rahayu pada peringatan Hari Hepatitis Sedunia ke-10 di Seputih Banyak Lampung Tengah, Kamis (25/07/2019).
Dalam sambutan tersebut dijelaskan data Dinas Kesehatan Lampung Tengah, hingga 2018 lalu sebanyak 15.041 ibu hamil telah diperiksa. Hasilnya, sebanyak 238 ibu hamil positif hepatitis B. Sebab itu, pemeriksaan terhadap 24.798 ibu hamil menjadi target Pemkab Lamteng guna mengeliminasi penularan hepatitis dari ibu hamil kepada bayi pada 2020.
Virus hepatitis merupakan beban penyakit di dunia, termasuk Indonesia. Berdasarkan riskesdas tahun 2013 prevalensi virus hepatitis B di indonesia sekitar 7,1% atau sekitar 18 juta jiwa dan virus hepatitis C berkisar 1,01% atau sekitar 2,5 juta jiwa. Virus hepatitis B dan C ini menyebabkan serosis hati, dan kanker hati bahkan kematian.
Penyebaran virus hepatitis B mempunyai karakteristik sendiri dimana penularan vertikal dari ibu ke anak sangat tinggi. Jika bayi terinfeksi pada usia sangat dini akan mengakibatkankomplikasi berupa sirosis dan kanker hati pada usia yg sangat dini pula.
"Kami berupaya menanggulangi penyakit ini melalui deteksi dini hepatitis B pada ibu hamil," kata Dwi.
Deteksi dini hepatitis B pada ibu hamil juga diharapkan bersama-sama dengan deteksi dini HIV dan sifillis dengan tujuan tercapainya eliminasi penularan penyakit dari ibu ke anak sesuai dengan Permenkes NO. 52 tahun 2017 tentang pelaksanaan eliminasi penularan HIV, sifillis, dan Hepatitis B dari ibu ke anak di Indonesia.
"Kami dari tim dinas kesehatan serta tenaga kesehatan Kabupaten Lampung Tengah mengimbau agar masyarakat berperan serta menyukseskan gerakan pencegahan penyakit menular dari ibu ke anak serta menyelamatkan generasi penerus bangsa," lanjut Dwi.
Diantara cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut diatas, setiap ibu hamil wajib melakukan screning HIV, sfillis dan Hepatitis di puskesmas  minimal 1 kali selama kehamilan, bayi yang lahir dari ibu yang terdeteksi virus hepatitis wajib mendapatkan vaksin HBIg<24 jam pascapersalinan, setiap bayi baru lahir wajib mendapatkan imunisasi dasar lengkap dan menggerakkan masyarakat untuk dapat melakukan imunisasi hepatitis B secara rutin dan mandiri.
"Adanya peringatan Hari Hepatitis Sedunia setiap tanggal 28 Juli dapat meningkatkan perhatian, kepedulian dan pengetahuan berbagai pihak terhadap masalah virus hepatitis serta dapat ikut serta menyukseskan program Eliminasi HIV, sifillis dan hepatitis di tahun 2020," pungkasnya.
Pengelola Program Hepatitis dan Kesehatan Provinsi Lampung Agusta saraswati mengatakan program pengendalian hepatitis diprioritaskan pada deteksi dini hepatitis pada ibu hamil. Sekaligus memutus penularan secara vertikal dan memberikan kekebalan kepada bayi yang baru lahir. "Itu adalah upaya mencegah angka hepatitis kronis makin besar," kata dia.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR