KALIANDA (Lampost.co) -- Stasiun Meteorologi Maritim Lampung melalui kantor Kesyahbandaran Otoritas dan Pelabuhan (KSOP) Kelas V Bakauheni memperkirakan ancaman gelombang laut setinggi 2,5 sampai 4 meter berpeluang terjadi di perairan selat sunda hingga sepekan ke depan.

Berdasarkan hasil pantauan sebagai dasar pertimbangan kondisi tinggi gelombang maksimum di perairan selatan dan utara selat sunda yang diprakirakan berkisar antara 0,5 sampai 4 meter juga berpeluang terjadi hujan ringan hingga sedang. Sementara angin bertiup dari arah Selatan – Barat Daya dengan kecepatan 2-20 knot.



Menurut Suyatno kepala KSOP kelas V Bakauheni yang dikutip dari Aguatonus Setyo Nugroho, prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Panjang, Bandar Lampung
menyebutkan adanya gelombang tinggi disertai hujan pada puncak musim kemarau ini dipengaruhi oleh pusat tekanan rendah dengan suhu minimum 27 derajat celcius yang terbentuk di perairan barat Lampung.

Kondisi cuaca tersebut berpeluang terjadi diperairan sebelah utara dan selatan selat sunda.

“Kondisi cuaca tersebut diprakirakan masih akan berlangsung hingga 7 September  2018. Untuk tinggi gelombang di perairan selat sunda diprakirakan masih fluktuatif sehingga berpeluang meningkat,” kata dia, Minggu (2/9/2018).

Oleh karena itu, kata dia, masyarakat yang beraktivitas dilaut diimbau untuk waspada dan berhati hati karena gelombang tinggi dapat datang sewaktu-waktu.”Kami minta nahkoda kapal maupun nelayan yang berlayar dilautan lepas, agar tetap memantau informasi terkini prakiraan cuaca dari BMKG,” pungkasnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR