BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Berdasarkan data dan informasi serta hasil analisis dari BMKG Maritim, ada dinamika atmosfer terpantau masih terdapat aliran massa udara basah dari Samudera Hindia yang masuk ke wilayah Jawa hingga Kalimantan. Bersamaan dengan itu, masih kuatnya monsun dingin Asia beserta hangatnya suhu muka laut di wilayah perairan Indonesia menyebabkan tingkat penguapan dan pertumbuhan awan cukup tinggi.

"Dari pemantuan pergerakan angin, BMKG mendeteksi adanya daerah pertemuan angin yang konsisten dalam beberapa hari terakhir memanjang dari wilayah Sumatera bagian Selatan, Laut Jawa, Jawa Timur," kata Kepala BMKG Maritim Lampung Sugiyono melalui WhatsApp, Rabu (23/1/2019).



Dia menjelaskan secara khusus, BMKG melalui tropical cyclone warning center (TCWC) di BMKG pusat Jakarta tengah memonitor adanya tiga bibit badai tropis di dekat wilayah Indonesia, salah satu bibit siklon yang saat ini berada di Laut Timor (94S) berpotensi meningkat menjadi siklon tropis dalam tiga hari ke depan dan mengakibatkan potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang yang dapat mencapai di atas 25 knot terjadi di wilayah Indonesia, seperti Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung.

"BMKG kembali mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan siaga dalam menghadapi periode puncak musim hujan 2019. Khususnya akan adanya dampak dari curah hujan tinggi yang akan memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang dan angin kencang yang meningkat pada akhir Januari 2019," jelasnya.

Dia menambahkan tidak hanya hujan lebat, masyarakat nelayan dan pesisir juga perlu mewaspadai potensi gelombang tinggi 2,5—4 meter diperkirakan terjadi di perairan P Enggano hingga barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten hingga Jawa Tengah, Samudera Hindia barat Sumatera hingga Jawa Tengah.

Potensi gelombang tinggi 4—6 meter diperkirakan terjadi di Laut Cina Selatan dan Laut Natuna Utara, Perairan Utara Kepulauan Natuna, Laut Jawa bagian timur hingga Laut Sumbawa, Selat Makassar bagian selatan, perairan selatan Jawa Timur hingga Pulau Rote, Selat Bali—Selat Lombok—Selat Alas bagian selatan, Samudera Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT, perairan utara Flores, perairan Kepulauan Sabalana—Kepulauan Selayar, Laut Flores, Laut Sawu, dan Laut Timor Selatan NTT.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR