LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 20 June
2579
LAMPUNG POST | Waspada Mi Babi
Mi babi. kompas.com

Waspada Mi Babi

MEMENUHI ketersediaan dan menjamin kualitas pangan menjadi kewajiban pemerintah kepada masyarakat. Hal itu mengacu pada tujuan kemerdekaan yang tercantum dalam UUD 1945, yakni adil dan makmur, salah satunya dalam hal ketercukupan pangan.
Pada momen Ramadan dan menjelang Idulfitri, kewajiban tersebut menjadi berlipat ganda. Sebab, pada periode ini kebutuhan konsumsi juga berlipat ganda. Pangan harus cukup tetapi juga harus aman untuk dikonsumsi.
Oleh karena itu, seluruh instansi terkait bergerak menjamin ketersediaan pangan, termasuk juga kualitas dan keamanannya. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) adalah satu garda terdepan pemberian rasa aman dan nyaman konsumsi masyarakat.
Berkali-kali institusi itu turun operasi ataupun razia ke pusat perbelanjaan dan pasar tradisional. Tujuannya hanya satu, yakni mencari makanan yang tidak layak konsumsi. Jangan sampai makanan berbahaya itu justru terkonsumi massal oleh masyarakat.
Hal itu jelas adalah tugas BPOM, seperti tercantum dalam UU No. 18/2018 tentang Pangan. Pada Bab IX Pengawasan Pasal 108, Ayat (1) berbunyi: dalam melaksanakan penyelenggaraan pangan, pemerintah berwenang melakukan pengawasan.
Benar saja, sebelum Lebaran tiba, BPOM menemukan empat mi impor mengandung babi. Tentu saja kandungan itu, tidak cukup nyaman dikonsumsi rakyat Indonesia yang mayoritas beragama Islam yang mengharamkan konsumsi daging atau olahan babi.
Larangan penjualan produk mengandung babi itu juga diatur UU No. 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal. Keempat mi instan yang ditemukan BPOM, yakni Samyang (mi instan u-dong), Samyang (mi instan rasa kimchi), Nongshim (mi instan shin ramyun black), dan Ottogi (mi instan yeul ramen), positif tidak halal.
Atas temuan itu, BPOM Lampung menarik produk mi instan asal Korea karena mengandung fragmen DNA babi. Kandungan babi itu dipastikan dalam pengujian parameter DNA spesifik babi terhadap beberapa produk mi instan yang dilakukan Badan POM Pusat. Keempatnya positif terdeteksi mengandung DNA babi.
Kinerja BPOM sepantasnya mendapat apresiasi umat Islam se-Tanah Air. Setidaknya empat produk pangan yang haram dimakan, dapat disingkirkan setelah ada razia BPOM. Namun ke depan, razia bahan pangan itu jangan hanya di bulan-bulan tertentu, tetapi berlaku kontinu sepanjang tahun. n

BAGIKAN


loading...

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv