BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Warganet harus waspada sebab kerap ditemukan adanya akun Facebook yang menggunakan profil, birokat hingga politisi. Modus tersebut dilakukan dengan membuat akun Facebook serupa, namun nantinya akun tersebut meminta sejumlah uang atau pulsa kepada teman dari akun tersebut.

Seperti yang dialami oleh Anggota DPRD Provinsi Lampung, yang juga Sekretaris DPW Nasdem Fauzan Sibron. Sebuah akun bernamakan 'Fausan Sibron' berbeda dengan akun asli milik politisi tersebut yakni 'Fauzan Sibron'.



Modus yang digunakan yakni dengan cara mengirim pesan kepada akun Facebook seseorang, kemudian meminta tolong dengan redaksional. "Saya lagi cari pulsa Telkomsel biasa 100 ribu buat isi modem. Soalnya ada dokumen penting yang mau di download, cari dimana ya?. Temanmu ada tidak yang jual pulsa. Bener-bener penting soalnya. Atau isikan saja sebentar di konter. Tenang saja kalau bisa usahakan ada, nanti uang bensinnya gampang, langsung saya transfer nanti setelah pulsa masuk. Saya transfer 200 ribu, demi tuhan saya janji".

Lantas, Fauzan Sibron melalui akun Facebook mengklarifikasi hal tersebut pada, Minggu (25/3/2018) sekitar pukul 08.00, yang mengunggah status "Pemberitahuan kepada semua rekan-rekan. Bahwa akun facebook saya ada yang menggandakan atau mengkloning atas nama Fausan Sibron, menggunakan foto profil saya dan menyalahgunakan dengan meminta pulsa.

Sebagai informasi saya tidak pernah membuat akun Facebook baru. Saya hanya memiliki akun @Fauzansibron dan @fauzansibronpage. Mohon selain akun ini, dilaporkan saja atau diblokir di Facebook. Terimakasih, tetap waspada," ujarnya di akun Facebook resminya.

Ia mengatakan, awalnya mendapat informasi tersebut dari rekannya, pada Sabtu malam (24/3/2018) malam. "Jadi kemarin malam, ada yang kabarin saya, ada akun saya tapi pake huruf S. Sampai saat ini sudah 200-an orang yang kabari ke saya. Saya juga sudah klarifikasi di Facebook," ujarnya saat dikonfirmasi Lampost.co, Minggu (25/3/2018).

Menurut Fauzan, saat ini ia baru mengambil tindakan sebatas memblokir dan melaporkan akun tersebut ke Facebook. "Kawan-kawan juga paham sih, kalau kayak gini palsu. Jadi mereka enggak gubris,"ujarnya.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR