GUNUNG SUGIH (Lampost.co)--Keluarga tujuh warga Kampung Terbanggi Subing, Kecamatan Gunungsugih, Lamteng, mengajukan permohonan praperadilan  dan gugatan perdata ke PN Gunungsugih, Senin (10/9/2018).

Pengabdi Bapib (39), berdasarkan surat kuasa dan atas nama keluarga tujuh warga Terbanggi Subing yang ditangkap oleh jajaran Polres Lamteng mengajukan permohonan praperadilan karena menilai penahanan terhadap keluarganya menyalahi prosedur.



"Kami mengajukan praperadilan hari ini, 10 September 2018. Kami mempraperadilankan Polres Lamteng karena menangkap dan menahan keluarga kami tanpa melalui prosedur yang sah sesuai Undang-undang," kata dia.

Selain mengajukan gugatan praperadilan, pada saat bersamaan Pengabdi Bapib juga mengajukan gugatan perdata ke PN Gunungsugih terkait sengketa lahan yang berbuntut penahanan terhadap keluarganya.

"Kami ahli waris yang sah atas tanah yang kini menjadi sengketa dengan perusahaan di Kampung Terbanggi Subing. Ada beberapa tindakan yang kami anggap melawan hukum pada sengketa ini. Maka kami juga menggugat secara perdata," terang Pengabdi Bapib.

Sementara salah satu pejabat Polres yang dikonfirmasi terkait gugatan praperadilan ini mengaku belum dapat memberikan keterangan atau pernyataan apapun karena belum melapor kepada Kapolres. Ia juga tidak akan menghalangi awak media memuat keterangan dari pihak keluarga warga Terbanggi Subing yang ditahan. 

Sebelumnya, pada 30 Agustus 2018, tujuh warga Terbanggi Subing, salah satunya aparatur kampung, dipanggil, diperiksa dan sekaligus ditangkap serta ditahan pada hari yang sama. Namun hingga 10 hari, pihak keluarga tidak menerima surat penangkapan dan penahanan. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR