KALIANDA (Lampost.co) -- Perbaikan Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Palas, Lampung Selatan, tepat di Desa Bandanhurip, disorot masyarakat. Pasalnya, perbaikan yang bersumber dari anggaran pusat itu tidak melibatkan masyarakat sekitar. 

Hal tersebut diungkapkan, Kepala Desa Bandanhurip, Sugiyanto mengatakan hingga saat ini proyek perbaikan kantor BPP itu tidak pernah koordinasi dengan pihak Pemerintah Desa setempat. Bahkan, masyarakat setempat tidak pernah dilibatkan dalam proyek tersebut.



"Mana ada koordinasi dengan desa, pak. Kalau enggak salah itu proyek kabupaten dikerjakam rekanan. Tapi, satupun masyarakat kami tidak dilibatkan," kata dia, Rabu 21 Agustus 2019.

Dia mengaku pihak rekanan seharusnya melibatkan masyarakat lokal agar dapat menambah income serta mendorong perekonomian masyarakat. "Ya, saharusnya buat yang pekerjanya pakai warga sekitar. Biar enggak sekedar penonton saja," kata dia.

Sementara itu, salah satu pekerja proyek perbaikan kantor BPP Kecamatan Palas yang enggan namanya disebutkan mengaku para pekerja berasal dari luar daerah, seperti Pringsewu. 

"Semua nya orang luar. Ada yang dari Pringsewu. Ya, kami hanya disuruh kerja memperbaiki Kantor BPP itu," kata dia.

Sementara itu, Kepala UPTD Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Palas, Agus Santosa mengatakan perbaikan kantor BPP Kecamatan Palas itu merupakan proyek dari Pemkab Lamsel. "Itu dikerjakan rekanan. Kalau enggak salah itu anggarannya dari DAK," belum lama ini. 

Berdasarkan papan informasi pembangunan, proyek tersebut dikerjakan oleh CV Tunas Turi Raya dengan nomor kontrak 02/BPP-DAK/IV.22/2019. Adapun nilai anggarannya sebesar Rp400,7 juta. 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR