KOTA AGUNG (Lampost.co) -- Polres Tanggamus menerima 3 pucuk senjata api (senpi) berikut 3 amunisi aktif dari masyarakat di wilayah hukumnya. Penyerahan senpi ilegal ini sebelumnya atas warning dari Polres Tanggamus agar segera menyerahkan senpi dan bahan peledak.

Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma mengapresiasi atas respon dan kesadaran masyarakat dengan adanya warning tersebut. Kapolres juga mengimbau kepada warga yang masih menyimpan atau memiliki senpi untuk segera menyerahkan ke Polres Tanggamus. "Kami minta supaya diserahkan secepatnya secara sukarela. Jika tidak maka akan berhadapan hukum," kata Kapolres, Kamis (22/11/2018).



Hal ini berkaitan dengan Operasi Waspada Krakatau 2018 yang berlangsung dari tanggal 15 Nopember - 28 Nopember 2018 dengan sasaran kepemilikan senjata api dan bahan peledak ilegal.

3 pucuk senjata ini terdiri dari 2 pucuk pistol dan 1 pucuk senjata laras panjang (locok). Diserahkan oleh 2 warga Tanggamus asal Kecamatan Bandar Negri Semuong dan Kecamatan Pulau Panggung serta 1 warga Pringsewu.

Penyerahan senpi diterima langsung oleh Kapolres Tanggamus pada Rabu (21/11/2018) di koridor utama Mapolres setempat. Disaksikan langsung Karo Sarpras Polda Lampung Kombes Pol Edi Yunianto dan Dir Binmas Polda Lampung Kombes Pol Jhony yang pada kesempatan itu sedang melaksanakan pemeriksaan kendaraan Bhabinkamtibmas.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR