MENGGALA (Lampost.co)--Ratusan Kepala Keluarga di Kampung Panggungmulya, Kecamatan Rawapitu harus bertahan di bawah tenda posko pengungsian seadanya karena banjir luapan dari sungai Way Tulangbawang masuk dan merendam pemukiman belum juga surut.

Sadi salah satu warga kampung setempat mengeluhkan kurangnya bantuan terpal tenda pengungsian. Ia mengatakan bantuan terpal tenda yang disalurkan pemerintah beberapa waktu lalu tidak cukup untuk menampung seluruh korban banjir. Akibatnya, warga terpaksa mendirikan tenda pengungsian dengan peralatan seadanya.
"Kami sekarang sangat kekurangan terpal tenda. Kalau tenda dari pemerintah itu baru sekitar enam hari yang lalu dikirim. Makanya kami membuat tenda pengungsian dengan menggunakan terpal bekas jemur padi, tutup drum, dan plastik. Padahal wilayah kami ini sudah 17 hari teremdam banjir. Bahkan ada warga yang sejak tanggal (11/3) sudah mulai ngungsi karena rumahnya deluan teremdam banjir. Tapi kalau saya ngungsi mulai dari tanggal (14/3), karena air sudah masuk rumah," kata dia, kepada Lampost.co, Jumat (23/3/2018).



Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian untuk menambah terpal tenda bagi para pengungsi. "Kita sangat berharap agar pemerintah segera memberikan terpal tenda. Kan kasian kalau tenda yang terbuat dari terpal dan plastik seadanya, kalau pas ada angin dan hujan tendanya pada beterbangan," kata dia.
Kepala Kampung Panggungmulyo, Kecamatan Rawapitu, Dewa Gede Alip Astawa, mengatakan bancana banjir akibat luapan Sungai Way Tulangbawang membuat 1008 jiwa dari 292 kepala keluarga (KK) di 14 RT dari 15 RT di kampung setempat harus hidup di posko pengungsian di tanggul jalan.
"Kita masih kekurangan terpal tenda sekitar 200 terpal dari total pengungsi," kata dia.
Ia menjelaskan banjir tersebut sudah merendam kampungnya lebih dari dua pekan terakhir dengan ketinggian air mencapai 1 meter lebih. 
Sementa itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulangbawang Noermal, mengaku jika saat ini pihaknya tengah mempersiapkan tenda.
Ia menjelaskan sebelumnya pihaknya sudah menyalurkan 250 tenda, bantuan dari pemerintah maupun suasta untuk Kecamatan Rawapitu.
"Lagi kita siapkan, kan nyari tenda itu enggak gampang. Kemarin kita sudah mutar -mutar, karena disetiap toko paling ada 10 atau 15 jadi masih ngumpulin itu dulu," kata dia. 

Kondisi posko pengungsian korban banjir di Kampung panggungmulya, Kecamatan Rawapitu, Jumat (23/3).

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR