KOTA AGUNG (Lampost.co)--Sejumlah pemilik kolam ikan mas di Pekon Teba, Kecamatan Kotaagung, Tanggamus, meminta pertanggungjawaban PT Tirta Investama Danone Aqua. Hal ini dilatari akibat pembuangan limbah beracun ke Sungai Waybringin hingga mengakibatkan matinya ribuan ekor ikan di kolam yang dialiri sungai tersebut.

Menurut keterangan dari Suryadi selaku Ketua Badan Himpun Pekon (BHP) Pekon Teba bahwa peristiwa itu terjadi pada Minggu (11/6/2017). Sekitar ribuan ekor ikan yang berada dalam balong milik Herwan, Ombi, Muslim, Suherman, dan Syafii mati keracunan. Pihak perusahaan air minum  tak kunjung memenuhi janjinya untuk mengganti rugi.

"Peristiwa ini bukan pertama kalinya, tapi yang terbesar. Masyarakat resah karena diduga kuat pihak perusahaan membuang limbah ke sungai," ujarnya, Rabu (21/6/2017). Informasi yang dihimpun, limbah beracun berasal dari sisa pencucian galon air minum.



Warga memanfaatkan Sungai Waybringin untuk berbagai keperluan, di antaranya mengaliri kolam ikan, areal sawah, hingga mandi. "Kami sangat menyesalkan kejadian ini dan meminta pemerintah turun tangan menyelidiki kasus ini," harapnya.

Hal senada disampaikan Kepala Pekon Teba Suherman, yang sekaligus korban karena ratusan ekor ikan di kolamnya mati. "Berkali-kali saya konfirmasi, kata pimpinannya sudah diserahkan kepada humas dan CSR. Begitu saat saya tanyakan kepada CSR dan humas, katanya wewenang pimpinan. Apakah mereka semua itu sibuk semua setiap hari," ujarnya.

EDITOR

Delima

TAGS


KOMENTAR