PRINGSEWU (Lampost.co)-- Sejumlah warga di Pringsewu Barat keberatan untuk membayar pajak bumi dan bangunan (PBB), karena nilai yang tertera dalam SPT PBB naik puluhan kali lipat dari nilai sebelumnya. 
 
Berdasarkan keluhan sejumlah warga di Jl. Tani Kelurahan Pringsewu Barat, dari SPPT PBB yang di terima tahun 2019 di nilai sangat memberatkan misalnya dari nilai sebelumnya hanya Rp15 ribu sekarang SPT PBB tertera Rp671 ribu. Kemudian ada warga yang tahun sebelumnya nilai PBB sebesar Rp20 ribu, saat ini menjadi Rp628 ribu. 
 
Menurut Ketua RT 06 lingkungan IV Kelurahan Pringsewu Barat Paijo, menyatakan sebanyak 24 di wilayah RT yang di pimpinya enggan membayar PBB karena di nilai sangat memberatkan. "Sudah 3 tahun saya mengusulkan untuk perbaikan, tapi sampai saat ini belum ada tanggapan pihak pemerintah," ungkapnya. 
 
M. Nurdin salah satu Kepala Bidang (Kabid) yang menangani masalah PBB di Bapenda Kabupaten Pringsewu, saat di konfirmasi via telpon selulernya mengakui tidak mengetahui persis tentang permasalahan tersebut. 
 
Dia mengaku, untuk mengetahui masalahnya harus melakukan verifikasi dahulu, atau penyebab terjadinya perubahan pada PBB tersebut. 
 
Elfa Yuli, Lurah Pringsewu Barat saat dikonfirmasi menjelaskan begitu banyak warga yang merasa keberatan dengan adanya kenaikan pajak yang hampir mencapai kurang lebih 1.000 persen bahkan lebih. 
 
"Dibutuhkan sosialisasi dan informasi terkait masalah perubahan kenaikan PBB ini kepada masyarakat oleh pihak Bapenda, agar tidak menimbulkan keresahan dimasyarakat", tegasnya, Minggu, (21/7/2019). 
 
Ia menmabahkan, hal ini harus segera ditindaklanjuti karena dapat berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), karena warga keberatan untuk membayar PBB tersebut. 
 
Camat Pringsewu Nang Abidin Hasan mengatakan masalah tersebut tidak hanya terjadi di Kelurahan Pringsewu Barat saja, hampir disemua Kelurahan mengalami hal yang sama. 
 
Nang Abidin menambahkan, Dinas terkait harus segera menindaklanjuti permasalahan ini agar tidak terus berkepanjangan. "Yang jelas segera dilakukan solusi kepada masyarakat," kata Abidin. 
 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR