KRUI (Lampost.co) -- Gempa mengguncang Pesisir Barat,  Jumat (2/82019),  pukul 19.05 wib.  Durasi gempa sekitar 3-8 detik itu mengagetkan warga setempat. Robi (30) seorang warga Pekon Wayredak , Pesisir Tengah, mengungkapkan getaran terjadi ketika ia dan keluarga sedang bersantai di rumah.

"Tadinya saya menyangka mobil tronton lewat depan rumah gak tahunya saya lihat tembok rumah bergetar,  kabel antene televisi juga goyang-goyang,  sangat terasa getaran gempa.  Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa,  kami sekeluarga berlindung dibawah kusen pintu ruang tengah selama gempa,  syukur semua selamat,  semoga gak terjadi gempa susulan," kata Robi. 



Pantauan Lampost.co , pasca gempa, kondisi dan aktifitas warga kembali normal.  Warga berharap tidak terjadi gempa susulan. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Kabupaten Pesisir Barat,  Syaifullah melalui Plt Kasi Rehab dan Rekonstruksi, Antoni Hamsir,  saat dihubungi, mengatakan warga diminta waspada potensi tsunami pasca gempa tersebut.

Berita Terkait : 

Warga Bandar Lampung Digegerkan Guncangan Gempa

" Hingga saat ini belum ada kerusakan yang ditimbulkan atau laporan yang diterima oleh kami terjadi kerusakan atau korban akibat gempa. Tetapirmang sesuai instruksi pak kepala badan (BPBD)  kepada kami,  masyarakat di minta waspada, " kata Antoni. 

Berdasarkan informasi BMKG gempa bumi berkekuatan 7,4 SR  pukul 19.00 wib. Gempa terjadi pada titik koordinat Lok:7.54 LS,104.58 BT (147 km Barat Daya Sumur-Banten) dengan kedalaman 10 km, dan berpotensi tsunami. Peringatan Dini Tsunami untuk wilayah Banten, Bengkulu, Jawa Barat, Lampung. 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR