KRUI (Lampost.co) -- Masyarakat Pekon Negeriratu Ngambur kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat, berharap Dinas Sosial dan Dinas perumahan rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) turun langsung ke lapangan sebelum menentukan rumah yang layak dibantu.

Pasalnya ada rumah yang layak mendapat bantuan bedah rumah atau rehab rumah, namun meskipun sudah bertahun tahun diajukan ke OPD terkait, namun belum juga terwujud. 



Peratin Pekon Negeriratu Ngambur, Hazairin Abi, mengatakan hal ini menjadi ironis ditengah ribuan unit program bantuan bedah rumah dan rehab rumah warga tidak mampu di kabupaten itu dilaksanakan.

"Untuk Bedah rumah sebaiknya petugas dinasnya, betul betul melakukan survei langsung,  bukan dapat terima laporan dari peratin saja. Akibatnya ada yang layak dapat malah gak dapat dan sebaliknya. Ini juga gak adil, saya mengajukan program rehab bedah rumah untuk warga kami saja sebanyak 200 unit rumah. Tetapi terealisasinya hanya empat unit 2019 ini. Sementara di pekon lain seperti di pekon pekon yang ada di wilayah kecamatan pesisir selatan, satu pekon mendapat program rehab rumah 150-200 unit rumah," kata Hazairin, Senin ( 13/5/2019). 

Diantaranya kata dia, rumah Milik Yaryana (43) seorang ibu rumah tangga yang menjadi tulang punggung keluarganya dengan hanya mengandalkan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga di sekitar tempat tinggalnya.  

"Ibu Yaryana ini hidup bersama tiga orang anaknya, tinggal di rumah yang tidak layak huni di pemangku Negeriratu Induk Pekon Negeriratu Ngambur. Sudah kami ajukan sejak tahun lalu. Bahkan 2017 lalu,  ketua DPRD Pesisir Barat,  Wakil bupati,  dinas sosial, dinas kesehatan, datang ke rumah ini, katanya rumah ini mau dapat bantuan rehab rumah  tetapi sampai sekarang belum juga terwujud," tambahnya.

 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR