KALIANDA (Lampost.co) -- Warga yang bermukim di sepanjang jalan raya desa Tetaan, kecamatan Penengahan, Lampung Selatan mengeluhkan debu akibat aktivitas kendaraan proyek jalan tol trans sumatera (JTTS) milik PT  Pembangunan Perumahan (Perseto) Tbk. Selain itu, aktivitas tersebut membuat kondisi jalan provinsi rusak.

Menurut Iyan (35), walau pihak perusahaan jalan tol menyiram jalan raya 1-2 kali  setiap hari, polusi debu akibat aktivitas kendaraan proyek masih sangat menggangu



"Musim kemarau dan kondisi jalan yang rusak membuat tingkat polusi debu yang disebabkan oleh kendaraan proyek masih tinggi walau setiap hati disiram,” ujar warga setempat kepada Lampost.co, Rabu (6/9/2017).

Selain tidak sehat, debu tersebut mengganggu pandangan pengguna jalan yang melintas di jalan utama penghubung jalan lintas pantai timur simpang Ketapang, kecamatan Ketapang-jalan lintas sumatera simpang Gayam, kecamatam Penengahan.

"Seharusnya pihak perusahaan lebih serius memperhatikan dampak yang dirasakan masyarakat. Tisak hanya menyiram dan memperbaiki kerusakan jalan sekedarnya,” ujar Hamdan,  warga lainnya.

Sejak musim panas,  ujar dia, saat truk -truk besar itu melintas hampir setiap hari menutup hidung.

"Debu-debu yang ditimbulkan akibat lalu lalang kendaran proyek tersebut ada yang sampai masuk ke rumah warga. Sementara warga sekitar banyak yang memiliki anak kecil," pungkasnya.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR