KALIANDA (Lampost.co)-- Masyarakat Desa Palasaji, Kecamatan Palas, Lampung Selatan mengikuti penyuluhan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di Aula Kantor Desa setempat, Rabu (15/5/2019). Kegiatan itu dalam rangka memberikan pemahaman terhadap ancaman kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.

Berdasarkan pantauan Lampost.co, kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Desa Palasaji itu dihadiri langsung para narasumber dari Perwakilan Dinas P3A Lamsel Evi, Fasilitator PATBM KPPA RI, Toni Fisher, dan Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Anak Kemensos, Iin Nurhidayati.



Pada kesempatan itu, Kepala Desa Palasaji Herri Susanto mengatakan kegiatan tersebut dinilai sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai ancaman kekerasan perempuan dan anak. Adapun tujuannya untuk mencegah adanya kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.

"Kegiatan ini diharapkan masyarakat kami bisa memahami dan dapat mencegah dari kekerasan terhadap perempuan dan anak. Selain itu, masyarakat dapat waspadai dan tanggap terhadap kekerasan dilingkungan kita sendiri," kata dia.

Menurutnya, kegiatan yang baru pertama dilaksanakan itu diikuti sekitar 50 orang dari berbagai elemen masyarakat yang ada di desa setempat. Kegiatan itu pula dianggarkan melalui dana desa (DD) 2019 tahap pertama. "Sudah lama masyarakat inginkan adanya penyuluhan ini melalui anggaran DD. Ya, dengan adanya kegiatan itu apapun bentuk dari kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa terhindar, khususnya di desa kami," kata dia.

Sementara itu, Fasilitator PATBM KPPA RI, Toni Fisher yang selaku narasumber mengatakan melalui kegiatan itu ingin memberikan perlindungan pada perempuan dan anak dari ancaman kekerasan baik secara fisik maupun psykis. Sebab, tidak dipungkiri perempuan dan anak-anak adalah yang paling rentan menjadi korban kekerasan. "Kami berharap kepada orang tua dapat merubah pola mendidik anak yang baik saat di rumah. Sebab, kekerasan bukan hanya dipukul atau sejenisnya. Dengan cara membentak juga itu masuk kekerasan. Untuk itu, kami ingin merubah pola itu," kata dia.

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR