KRUI (lampost.co) -- Proyek pengerjaan peningkatan jalan yang menghubungkan antara Pekon Gedungcahya Kuningan dan Pekon Sukabanjar, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat, dikeluhkan masyarakat. Proyek terkesan asal-asalan karena bagian dari hasil pengerjaan sudah mulai rusak.
Tokoh masyarakat Pekon Sukanbanjar Musi Yulyan Mahwi mengatakan daya tahan jalan lapisan penetrasi sepanjang 7 km tidak akan lama. Warga mengaku kecewa dengan pengerjaan jalan yang terkesan asal jadi. "Aspalnya sangat tipis, bahkan ada yang tidak disiram aspal. Ada yang baru diaspal sudah hancur,” kata dia, Minggu (10/12/2017).
Dia berharap Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat untuk tidak sembarang dan gampang memercayai rekanan. Sebab, dikhawatirkan pekerjaannya tidak bermutu. Dan pihaknya beranggapan jika pengerjaan itu tidak akan mendapatkan provisional handover (PHO) atau serah terima pertama pekerjaan. “Seperti yang kita lihat, baru dibangun sudah rusak. Pemborong tidak memikirkan kualitas jalan," kata dia.
Menurut warga lainnya, masyarakat setempat mengeluhkan proses pengerjaan yang baru dimulai itu saat ini sudah terdapat sebagian yang telah rusak. Ada dugaan tidak sesuai dengan spesifikasi.
“Kalau diliat langsung kan semua orang bisa nilai itu bagus apa enggak, benar atau enggak. Belum juga selesai sudah ada yang mau rusak, bahkan sudah mengelupas aspal dan batunya,” ujarnya. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR