WAY KANAN (Lampost.co) -- Warga Kampung Negaramulya, Kecamatan Negarabatin, Kabupaten Way Kanan, mengharapkan aparat dapat menegakkan hukum dan menyelesaikan dugaan perusakan dan penyerobotan lahan milik warga yang dilakukan sekelompok orang.

Masalah tersebut sudah dilaporkan warga melalui kuasa hukumnya Anton Heri, ke Polres Way Kanan berdasarkan laporan polisi nomor: LP/B-580/VIII/2018/POLDA LAMPUNG/SPKT RES WAY KANAN pada Selasa, 20 Agustus 2019 .



Aldila Leo Saputra, pemilik lahan dan perwakilan warga Negaramulya, mengatakan sekelompok orang yang mengaku mendapat perintah dari DAI, warga Kampung Negarabatin pada Jumat, 16 Agustus 2019, lalu menggunakan alat berat merusak lahan miliknya dan warga setempat yang di atasnya terdapat tanam tumbuh. 

“Minggu lalu warga melihat perusakan lahan milik warga menggunakan boldoser. Kemudian warga pun menegur orang yang melakukan perusakan lahan tersebut. Mereka mengaku sebagai orang suruhan DAI, yang juga anggota Dewan kabupaten,” kata Aldila saat menyambangi kantor Lampung Post, Rabu 21 Agustus 2019.

Aldila menjelaskan ia dan warga yang lahannya dirusak yang luasnya mencapai 25 hektare merupakan pemilik lahan yang sah karena dilengkapi dengan sertifikat tanah yang diterbitkan pemerintah pada 2014.

“Sementara DAI mengklaim tanah tersebut miliknya. Kami pernah melihat surat keterangan milik Doni Ahmad, dan ternyata tidak ada tanda tangan dari aparat kelurahan atau kecamatan,” ujarnya. 

Ia mengharapkan adanya penegakan hukum dan penyelesaian masalah penyerobotan lahan warga yang luasnya mencapai 25 hektare tersebut. Sebab, warga selama ini tidak dapat memanfaatkan lahan dengan maksimal karena mendapatkan intimidasi.  

“Kami menempuh jalur hukum karena kejadian kemarin telah merugikan warga sebagai pemilik lahan yang sah. Perkara ini sudah dilakukan mediasi tahun 2013 oleh camat, tetapi tidak selesai,” ujar Aldila.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR