KOTABUMI (Lampost.co) -- Banyak warga miskin di wilayah Kabupaten Lampung Utara belum tersentuh program keluarga harapan (PKH) yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Sementara warga yang dianggap mampu masih mendapatkan program bantuan PKH.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, Minggu (10/1/2019) di beberapa kecamatan masih banyak terjadi kesenjangan antara yang berhak dan tidak berhak mendapat PKH. Sehingga ada beberapa suara sumbang dibawah, mereka hidup miskin tak dapat PKH sementara tidak miskin atau menengah keatas mendapatkan PKH. Seperti di Kecamatan Abung Tinggi dan Abung Timur, warga yang berada dibawah garis kemiskinan mengeluhkan fokus peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat golongan rendah.



"Saya punya anak tiga, sementara ekonomi keluarga saya menopangnya. Itu pun hanya sebagai buruh harian lepas dengan pendapatan tidak menentu. Sudah hebat kalau sebulan bisa menghasilkan Rp500 ribu, kadang kurang. Ya mau gimana lagi pak, akibat kemampuan orang tuanya begini terpaksa anak putus sekolah dan dirumah membantu orang tua. Selama ini kami seperti tidak dianggap. Jangankan untuk mendapatkan bantuan tersebut. Didata pun tidak pernah," kata Hardiansyah, salah soeorang warga Desa Penaganratu, Kecamatan Abung Timur.

Baca juga:

Polemik Bantuan PKH di Palas Terus Tuai Kritik Masyarakat

Warga Palaspasemah Berharap Penerima PKH di Data Ulang

Warga Palas Berharap Rumah Penerima PKH Ditempeli Stiker

Hal serupa terjadi di salah satu desa di Kecamatan Abung Tinggi. Menurut warga disana, banyak warga miskin tidak mendapatkannya namun warga dengan ekonomi jauh lebih mapan malah mendapatkan bantuan PKH, sehingga menimbulkan persepsi negatif kepada petugas yang memberikan data kepada pemerintah pusat.

"Imbasnya, kepercayaan kami kepada pemerintah untuk lebih menertibkan bantuan pengentasan kemiskinan ini berkurang. Hal lain ditemukan di lapangan ada beberapa penerima PKH mengeluhkan pemotongan mulai dari Rp50 ribu - Rp200 ribu," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR