LIWA (Lampost.co)--Pembangunan jalan Provinsi ruas Sukabumi-Suoh yang selama puluhan tahun rusak parah dan susah dilalui kendaran roda dua dan roda empat, kini terus dikebut pembangunannya. Akhir Desember mendatang hampir dipastikan kondisi jalan mulus. 
Jalan sepanjang lebih dari 33 KM yang menjadi akses utama menuju dua kecamatan dengan potensi panas bumi yang dulu harus ditempuh dengan waktu 5 jam menggunakan mobil double gardan serta motor trail tersebut, kini bisa dijangkau hanya dalam 90 menit saja menggunakan minibus dan motor metic.

Masyarakat Suoh berharap Gubernur Lampung M Ridho Ficardo bersama Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri bersama-sama mencoba jalan rigid beton Sukabumi-Suoh menggunakan mobil minibus.
"Selama puluhan tahun jalan Sukabumi-Suoh rusak parah, kalau musim hujan hanya mobil Jip yang rodanya dibalut rantai dan motor trail yang bisa melintas. Setiap ke kabupaten minimal 4-5 jam baru bisa sampai ke Pemda," kata Haris, warga Pekon Hantatai, Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS) kepada Lampost.co, Senin (20/11/2017).
Sementara saat ini lanjut dia, pembangunan jalan terus berlangsung, tanjakan terjal yang dulu berlumpur kini telah dibangun rabat beton, tidak ada lagi jalan yang rusak. Warga Suoh hanya butuh waktu paling lama 1,5 jam untuk sampai ke kabupaten. "Inikan katanya jalan provinsi, pembangunannya bersama-sama provinsi dan kabupaten. Makanya kami berharap pak Gubernur dan pak Bupati bersama-sama bawa mobil sedan mencoba jalan suoh Untuk membuktikan kepada warga Lampung, kalau jalan sudah mulus," kata dia.



Bambang, warga lainnya,  mengaku meskipun proses pembangunan jalan Sukabumi-Suoh masih berlangsung, namun sejak tiga  bulan terakhir sudah banyak kendaraan minibus dan motor metik dari berbagai kecamatan bahkan kabupaten lain menuju Suoh untuk berwisata.
"Kalau dulu mana ada motor metic yang berani melintas karena jalan rusak. Sekarang mobil sedan saja ada yang masuk Suoh, tujuannya ingin berwisata ke danau dan keramikan dan Kawah Nirwana," urai Bambang.
Bahkan lanjut Bambang sejak beberap bulan terakhir, lokasi wisata keramikan dan kawah nirwana yang ada  dalam kawasan TNBBS dijadikan tempat usaha jualan makanan oleh warga.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR