MESUJI (Lampost.co) -- Masyarakat di Kabupaten Mesuji mengeluhkan pekatnya debu dari jalanan Mesuji, Senin 9 September 2019.

Kondisi tersebut membuat perjalanan masyarakat di Mesuji menjadi sangat tidak nyaman. Selain itu, kondisi badan jalan kabupaten di Mesuji sangat buruk yang masih didominasi lubang dan batu.



"Debu ini sangat menyiksa kami. Setiap kemarau, kondisi ini selalu saja terjadi. Kami berharap adanya upaya pemerintah untuk mengatasi masalah ini," jelas Warsono warga Kecamatan Mesuji Timur. 

Masih akbiat debu, masyarakat mengaku kerap terserang batuk. Masyarakat khawatir penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) menyerang. 

"Jangan nunggu banyak warga yang terkena penyakit baru bertindak. Kami berharap dinas terkait bisa bertindak cepat," lanjut dia.

Keluhan yang sama juga disampaikan Timbul, petani dari Desa Pangkal Mas Mulya, Kecamatan Mesuji Timur. 

Dirinya berharap  pemerintah bisa mencarikan solusi agar debu tidak mengganggu aktifitas.

"Keberadaan debu jalan sangat mengganggu aktivitas. Kami berharap pemerintah bisa mengurangi dampak dari debu, seperti menyiram badan jalan," kata dia.

Begitu juga dengan Indah, warga Desa Wono Sari, Kecamatan Mesuji Mesuji. Debu bisa sangat pekat jika kendaraan roda empat melintas. 

"Jika kita papasan dengan mobil, debu akan sangat tebal. Selain mengurangi jarak pandang, debu juga sangat perih di mata dan sesak di dada," keluhnya.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR