BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Korban penggusuran Pasar Griya Sukarame, Bandar Lampung kesulitan air bersih, pakaian dan makan. Sejauh ini mereka hanya mendapat bantuan dari kalangan mahasiswa dan menumpang air di kantor KPU.

"Kesulitan kita disini air, mau mandi, mau masak mau solat, ini tidak ada, jadi minta minta saja, ke kantor KPU," kata Hasan salah satu warga yang tinggal di Pasar Griya Sukarame, Rabu (25/7/2018).



Menurutnya, anak anak bahkan ada yang tidak sekolah, karena seragam sekolah dan peralatan sekolah lain tertimpa material saat penggusuran. "Kan belum sempat dibereskan sudah digusur, barang ini kan banyak," kata dia.

Seorang ibu bahkan meminjam pakaian warga lainnya untuk balitanya karena sudah tidak punya pakaian.

Hasan mengatakan, mereka yang berjumlah 37 KK akan tinggal di ditenda itu sampai batas yang belum ditentukan. "Yang jelas kita sekarang masih ngunjal barang barang nitip di rumah orang," kata dia.

Selain belum ada tempat tinggal, mereka juga masih menunggu proses hukum, karena pihak mereka melaporkan pemkot ke Komnasham, KPAI, Ombudsman, dan Polda Lampung.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR