KALIANDA (Lampost.co)--Sejumlah masyarakat Desa Sumberagung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, mengeluhkan tanggul saluran irigasi alam di Dusun Sidomuncul longsor dan retak-retak. Padahal, tanggul saluran alam itu baru di normalisasi akhir 2017 lalu. 
Sutikno (46), petani asal Desa Sumberagung mengatakan tanggul saluran alam yang di normalisasi beberapa bulan lalh kembali longsor akibat banjir pada musim penghujan beberapa waktu lalu. Warga setempat khawatir tanggul itu akan longsor bila tida segera diperbaiki. 
"Kalau enggak salag November 2017 lalu sungai alam itu di normalisasi dan di talut. Tapi setelah dihantam hujam deras dibeberapa titik tanggulnya ada yang longsor dan talutnya retak-retak," kata dia saat ditemui di lahan sawah miliknya, Senin (14/5/2018).
Saat dikonfirmasi Kepala Desa Sumberagung Rasmadi membenarkan tanggul saluran alam sepanjang 1.300 meter di Dusun Sidomuncul itu longsor dan talut alami keretakan. Kondisi itu sudah ia laporkan ke UPTD Pengujian Kontruksi Bangunan (PKB) Kecamatan Sragi. 
"Kami juga menilai normalisasi pada November 2017 lalu tidak sepenuh hati mengerjakannya. Masa baru beberapa bulan sudah longsor dan talut retak. Kami harap rekanan yang mengerjakannya dapat memperbaikinya. Sebab, rekanan belum melaksanakan pemeliharaan," kata dia. 
Sementara itu, Perwakilan UPTD PKB Kecamatan Sragi, Sudrajat mengatakan dirinya telah memberitahu kepada konsultan pembangunan itu agar menyampaikan kepada rekanannya. "Sudah saya sampaikan kondisi itu. Tapi, hingga kini belum juga ada realisasinya," ujarnya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR