KOTABUMI (Lampost.co) -- Pelayanan kantor Pengadilan Negeri Agama Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, tarif dikenakan untuk pembuatan buku nikah tidak tetap. Sesuai dengan keinginan warga disana yang mengurusnya.

"Yang kami pertanyakan itu kenapa tarif pembuatan buku nikah bisa naik turun. Bukan masalah dana yang harus dikeluarkan, kalau yang paham sih enak aja. Tapi kalau masyarakat awam yang menguruskan enggak begitu perkaranya," kata Husein Ahmad, salah seorang warga Tanjungharapan, Kecamatan Kotabumi Selatan dikediamannya, Senin (13/8/2018).



Menurut Husein, kejadian itu bermula saat ia hendak mengurus buku nikah karena telah hilang, untuk keperluan pensiun (taspen, red). Kebetulan sang istri manta kepala sekolah disana, namun saat awal mendaftarkan diri dikenai tarif sebesar Rp915.000. Namun, setelah itu ia dberitahu salah seorang rekannya mengenai pembiayaan tersebut, lantas mengajukan keberatan dan mendapatkan pengurangan.

"Kebetulan saya tanya dengan yang tahu, dan mereka bilang tarif pertamanya enggak segitu. Lantas saya kembali kesana, dan diterima lalu tarifnya dapat menurun menjadi Rp 451.000. Kok bisa, pertanyaannya gimana dengan masyarakat awan yang tidak tahu pasti lewat begitu saja," terangnya.

Saat dikinfirmasi di Bagian Humas PN Agama Kotabumi membenarkan adanya hal tersebut. Namun mereka mengelak bila pemungutan tarif tanpa disertai dasar yang jelas. Sebab, ketentuan tersebut telah dituangkan dalam sura keputusan Ketua pengadilan negeri agama setempat.

"Itu sudah tertera jelas dalam surat keputusan pengajuan sidang isbat jenis berlawanan (contensiu). Untuk tarifnya dikenai Rp 75.000-Rp 300.000 untuk jarak terjauh seperti di Kecamatan Muara Sungkai misalnya. Nah kasus yang ini anaknya ada yang berada diluar provinsi sudah kita standarisasi," kata Panitera Muda Gugatan PN Agama Kotabumi, Agustina didamping, Tiwi staf kasir pendaftaran.

Soal besaran tarif awal dikenakan, Agustina menjelaskan bahawasanya itu terjadi saat pendaftaran sebelum bersangkutan mengajukan keberatan. Setelah itu, baru dibuatkan kuasa pada salah seorang anaknya dan praktis membuat penurunan tarif. 

"Jadi kalau dikuasakan pada anak yang berada di zona terdekat itu otomatis menurun tarifnya. Cuma saya pastikan itu tidak akan turun lagi," terangnya.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR