KALIANDA (Lampost.co) -- Warga Dusun Banyuurip, Desa Kuripan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan mengeluhkan aktivitas kendaraan proyek jalan tol trans-Sumatera (JTTS). Pasalnya, jalan desa menjadi rusak dan berdebu lantaran pihak PT. Pembangunan Perumahan (PP) Persero selaku pemilik kendaraan proyek tidak melakukan penyiraman.

"Jangankan jalan yang rusak diperbaiki, menyiram jalan yang berdebu saja tidak pernah. Akibat debu saat kendaraan besar tersebut melintas, warga disini terganggu kesehatannya,“ kata Saipul warga dusun Banyuurip kepada Lampost.co, Selasa (17/7/2018).



Ia menilai, perusahaan mega proyek jalan tol sepertinya tidak memperhatikan dampak yang telah diakibatkan dari aktivitas kendaraan truk tersebut.

“Selain tidak sehat, debu juga  mengganggu pandangan pengguna jalan yang melintas, terutama sepeda motor,” tutupnya.

Hal senada diucapkan Hera Wati, warga lainnya. Menurut dia, jika tidak dilakukan penyiraman pada musim panas seperti sekarang ini,  debu semakin tebal dan menganggu aktivitas warga.  

"Sudah sepekan ini tidak ada hujan. Debu semakin tebal saja di jalan rusak akibat aktivitas kendaraan proyek tol,” pungkasnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR