BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Warga kelurahan Enggal mengeluhkan dampak penggalian proyek hotel Amalia di Jalan Raden Intan, Bandar Lampung. Salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan galian tanah dan pipa yang dilakukan pihak hotel tidak memperhatikan masyarakat sekitar. Akibatnya banyak warga yang mengeluh rumahnya dihujani debu limbah tanah.

"Rumah kami terpapar debu, banyak warga yang sudah terserang diare, ISPA dan radang tenggorokan akibat debu proyek ini," kata sumber tersebut kepada Lampost.co, Selasa (22/8/2017).



Masyarakat juga mengaku telah melaporkan hal ini kepada aparat kelurahan setempat. Warga yang tinggal di Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Kamboja dan Jalan Tulangbawang juga mengeluhkan aktifitas truk pengangkut material tanah yang banyak berjatuhan saat melintas.

"Ya kami sudah minta pihak kelurahan mempertanyakan galian itu, bagaimana nasib kami kalau setiap hari terkena debu yang lalu lalang dari truk pengangkut tanah yang melintas," keluhnya.

Sementara itu Lurah Enggal, Sutiman mengatakan pihaknya telah menemui perwakilan hotel Amalia dan membuat beberapa kesepakatan. Diantaranya permintaan melakukan penyemprotan pada lokasi proyek dan jalan yang dilalui dump truk memuat tanah.

"Saya sudah bertemu dengan pihak hotel bersama kepala lingkungan. Kami minta dibersihkan sisa tanah di jalan memakai mobil damkar. Juga meminta dump truk yang muat tanah tidak melebihi kapasitas yang menyebabkan tanah berhamburan," ungkapnya ditemui dikantor camat setempat.

Sutiman meminta warga besabar dikarenakan pekerjaan akan berlangsung selama empat hingga lima hari kedepan. "Ini sudah satu minggu dikerjakan, dan sekitar empat sampai lima hari lagi selesai," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama Camat Enggal, Jawawi mengaku kecewa dengan pihak hotel yang tidak memberikan pemberitahuan kepada pihaknya terkait pekerjaan galian tersebut. “tidak ada pemberitahuan kepada kami. Ya ini kami sesalkan sehingga akhirnya ada banyak keluhan dari warga seperti ini,” ujarnya.

Jawawi berharap pihak pengelola selalu berkoordinasi terkait apapun pembangunan yang dilakukan, yang mungkin berdampak kepada masyarakat. “seharusnya hal seperti ini bisa dicegah jika ada koordinasi dengan pihak kecamatan,” tutupnya.

Akui Kesalahan

Terpisah, General Affair Hotel Amalia, Nurul mengatakan pihaknya pada senin malam (21/8/2017) langsung menerima lurah dan kepala lingkungan setempat dan menyewa mobil damkar untuk membersihkan sisa material tanah yang ada disepanjang jalan menuju lokasi galian.

“ya sudah langsung kita follow up kemarin malam langsung kita bersihkan dan masukan sisa tanah ke selokan sampai bersih dari jam 10 malam hingga jam 4 pagi,” kata Nurul dihubungi.

Nurul memaparkan galian tersebut dilakukan untuk penambahan sedikit bangunan kolam renang.

"Ada sedikit renovasi bikin kolam renang tambahan. Penggalian hampir selesai, ini tinggal sisanya saja diangkut. Kami usahakan tidak berceceran. Memang kemarin ada kesalahan teknis sedikit. Perizinan juga kami sedan gurus ke dinas terkait," pungkasnya.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR